Rantauprapat (Nusaraya Expose)m
Jangankan kalangan masyarakat awam, pejabat sendiripun banyak yang tidak tahu. Apa latar belakang beroperasinya KPK di Labuhanbatu, dalam kaitan tangkap tangan Bupati daerah ini Dr.H.EAR MKM, dan Kroni-kroni serta Pengusaha Kontraktor itu. Tentunya tidak dinafikan kemungkinan arus dari laporan demi laporan masyarakat, ke KPK. Tapi Media Masa ini behasil mendeteksi, pernah munculnya laporan ke KPK, justru laporan itu lengkap, heroik. Mnggunakan Kop Surat jabatan Setrategis Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu, ditanda tangani dan distempel jabatan pejabat itu.
Memang Media Masa ini, mencium aroma dari awal permasalahan. Adanya semacam Perseteruan Politik antara Bupati, dengan Pejabat teras. Itu dimana diketahui pejabat tersebut sejak dahulunya, adalah ASN yang tidak mau didikte, apalagi AMAT, alias Ambil Muka Angkat Telor.Dan dia punya rekam jejak sebagai pejabat lama Labuhanbatu. Mungkin, atau ini kemungkinan besar EAR, mengkhawatirkan kalau pejabat ini, bisa menjadi rivalitas serius dalam Pencalonan Bupati tahun 2024. Penggunaan kata Kemungkinan ini, adalah penyederhanaan Informasi, walaupun pada dasarnya Media Masa ini, penah mendengar langsung pengakuan pejabat tersebut, dari orangnya tentang kekhawatiran EAR itu.
Selentingan masuknya EAR ke berbagai Binis, yang berkaitan dengan kekuasaannya juga pernah dibawa isue-isue tentang Pabrik Pengolahan Kelapa Sawit Pulo Padang. Berat dugaan, bahwasanya EAR punya saham pada Perusahaan Pabrik Pengolahan Sawit tersebut. Memang masalah ini masih seputar Isue, akan tetapi terpeta atas kehadiran beberapa orang-orang dekat EAE, disaar-saat masyarakat yang menolak kehadiran PKS itu melakukan aksi-aksi Damai untuk mencegah kelanjutan operasi PKS Pulo Padang tersebut, sejauh mana kebenarannya itu bisa diikuti dari perkembangan PKS tersebut selanjutnya.
Penangkapan OTT EAR, memang memancing penguakan berbagai kasus yang ada di Labuhanbatu. Dari mulai bisnis-binsis, sampai ke setoran paksa atas ASN yang ingin jabatan. Seperti halnya Jajaran Diskes Labuhanbatu, Untuk jajaran Dinas Kesehatan, ada seorang Kepala Puskesmas, yang juga ditugaskan sebagai Pengumpul uang, nama itu tertera dalam laporan ke KPK. Sampai dimana nantinya konsekwensi yang akan dihadapi orang-orang ini, sepertinya pasti terjadi.(Bersambung episode lain).









