Kantor KPUD Labuhanbatu Utara
LABURA, (NusarayaExpose.Com): menjelang perhelatan Pilkada Kabupaten Labuhanbatu Utara, realisasi anggaran KPUD Labuhanbatu masih sangat rendah, hanya 27,67 persen saja.
Padahal pelaksanaan pemungutan suara hanya tinggal 1 bulan lagi. Berdasarkan data yang diperoleh oleh NusarayaExpose.Com, sesuai Surat Pernyataan Tanggung Jawab Belanja (SPTJB) bulan Juli-Oktober 2024, Badan Adhoc KPUD Labuhanbatu Utara tingkat PPK dan PPS di 8 Kecamatan Labuhanbatu Utara, serapan anggaran KPUD yang terpakai hanya sebesar Rp. 1.036.870.000 dari total anggaran sebesar Rp.3.747.628.000 atau 27,67 persen terpakai.
Capaian yang tak realistis tersebut akhirnya menimbulkan ironi, sebab menjelang 1 bulan pemungutan suara. “Realisasi ini cukup rendah, mengingat 1 bulan Prapilkada Labuhanbatu Utara, apakah tak ada kegiatan atau memang digunakan namun belum dipertanggung jawabkan secara administrasi,” kata Sofyan Sani Siregar aktivis Pembangunan Transformasi Sosial, Kepada NusarayaExpose.Com, Minggu (27/10/2024).
Menurut Sofyan jika mencermati data serapan anggaran badan Adhoc Labura tertinggi adalah Kecamatan Kualuh Leidong dengan serapan 78.22 persen. Dari total pagu anggaran sebesar Rp.312.884.000, diurutan kedua adalah kecamatan Marbau dengan realisasi serapan 44.89 persen dari total pagu anggaran sebesar Rp.730.233.000, disusul oleh Kecamatan Aek Natas dengan realisasi sebesar 32.16 persen dari total pagu Rp.438.729.000.
Kemudian kecamatan NA IX-X sebesar 27,82 persen dengan total pagu Rp. 529.778.000, dan Kecamatan Kualuh Hulu, 25, 40 persen dari total Rp.560.818.000, kemudian Kecamatan Kualuh Selatan hanya 6,32 persen saja dari total pagu anggaran Rp.528.369.000.
Selebihnya Kecamatan Aek Kuo dan Kualuh Hilir masih nol persen, dari nominal Rp.335.013.000 pagu anggaran untuk Aek Kuo dan Rp.311.804.000 untuk pagu anggaran Kualuh Hilir.
Sehingga kata Sofyan, KPUD Labuhanbatu Utara segera menggenjot kegiatan pelaksanaan sesuai tahapan Pilkada yang ada. “Kita tidak tahu, persoalan apa yang menjadikan capaian serapan anggaran ini cukup rendah apakah tidak berjalanya program kegiatan di badan Adhoc atau pertanggung jawaban administrasi yang belum beres ditingkatan itu,” ujarnya.
Sementara itu Lufita Fatmawati Bendahara KPUD Labura ketika dihubungi NusarayaExpose.Com terkait rendahnya capaian realisasi anggaran KPUD Labuhanbatu Utara, apakah terkait belum berjalanya program atau belum adanya administrasi pertanggung jawaban yang disanpaikan oleh badan Adhoc, hanya menjelaskan jika pertanggung jawaban keuangan saat ini sedang disusun mereka.
“LPJ sedang on proses di badan Adhoc baik PPK dan PPS,” kata Lufita yang dihubungi melalui pesan WhatsApp. Sementara terkait minimnya capaian realisasi Lufita meminta agar persoalan itu ditanyakan kepada Sekretaris KPUD Labura.
“untuk keterangan selanjutnya mohon ditanyakan kepada Sekretaris KPUD Labura,” ujarnya. Sekretaris KPUD Labuhanbatu Utara M Azwir Daulay belum berhasil dihubungi terkait persoalan itu.(riz)









