LABURA, (NusarayaExpose.Com):
Masyarakat Desa Pulo Jantan, Kecamatan NA X-IX, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menuding pihak perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Merbau Jaya Indah Raya tidak memperhatikan lingkungan sekitar.
Pasalnya, truk angkutan buah dan CPO yang melintas dari dan menuju Pabrik Kelapa Sawit milik Anak usaha Grup dari Merbau Jaya Indah Raya Grup (MIG) ini kerap menimbulkan debu dan menyebar ke pumikan warga sepanjang jalan.
Akibatnya, aktivitas kesehatan warga terganggu, termasuk dengan aktivitas ibadah warga yang tempat ibadahnya berada di pinggir jalan. Masyarakatpun menuding pihak perusahaan tidak perhatian terkait kondisi sosial masyarakat lingkungan sekitar.
Menanggapi hal itu, Suranto Humas PT Merbau Jaya Indah Raya, membantah jika perusahaan mereka dituding tidak perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat sekitar.
“Tunjukan, yang mana orang yang ngomong seperti itu pak, semua sudah kita kasih kok,” ujarnya, Selasa (29/10/2024) diruang kerjanya.
Suranto menyangkal jika tak ada yang diperbuat perusahaanya untuk masyarakat. Mulai dari mempekerjakaan tenaga kerja lokal yang mencapai 85 persen, bantuan proposal kepemudaan, rumah ibadah setiap bulan, kegiatan hari besar, “termasuk lahan satu hektar yang dipinjamkan perusahan untuk tanaman bayam masyarakat,” katanya.
Sementara ketika disinggung adanya masyarakat yang komplain dengan debu akibat lalu lintas kenderaan, dan masyarakat tidak pernah mendapat bantuan suplemen kesehatan serta masker, Suranto tidak menjawab hal itu, dirinya hanya berdalih jika persoalan debu setidaknya sudah ditangani perusahaan dengan melakukan penyiraman jalan kala terik matahari dan penyiraman itu dilakukan dengan cara kontrak kerjasama dengan masyarakat Desa Pulo Jantan.
“Apalagi tahun depan jalan masuk ini bakal kami aspal dan dananya sudah saya ajukan ke perusahaan,” ujarnya.
Terpisah Aktivis Lingkungan Yayasan Pature Bumi Nusantara Faisal F Pane turut menanggapi persoalan ini, menurut Faisal meski PT Merbau Jaya Indah Raya sudah berbuat terhadap masyarakat sekitar, namun apa yang diberikan perusahaan belum setimpal dengan keuntungan perusahaan serta efek negatif yang mungkin saja bisa ditimbulkan oleh perusahaan Pabrik Pengelolaan Kelapa Sawit tersebut.
Menurut Faisal, setiap industri tentunya pasti akan menimbulkan dampak positif dan negatif. nah, untuk mengimbangi efek negatifnya seperti debu dari lalu lintas jalan bahkan debu incenerator pembakaran, harusnya perusahaan memberikan fasilitas pemeriksaan kesehatan kepada masyarakat sekitar serta suplemen tambahan.
“Perlunya bukti komitmen perusahaan, jika memang katanya mau berbuat untuk masyarakat, kalau soal bantuan proposal dan proposal aja itu hanya sekian persen dari kewajiban CSR mereka, ingat perhatian terhadap kesehatan warga sekitar itu juga merupakan tanggung jawab perusahaan,” ujarnya mengakhiri.(riz)









