LABURA, (NusarayaExpose.Com) : Luis David Hutabarat (33) Warga Dusun Tapian Nauli Kilang Mili, Desa Suka Rame, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut, tewas usai dianiaya secara bersama-sama oleh Tim Pengaman Kebun PT. Agrinas Palma Nusantara, Selasa (16/06/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Pristiwa itu memicu kemarahan warga yang berujung tindakan pembakaran sejumlah aset kantor, rumah karyawan dan kenderaan dilingkungan PT. Agrinas Palma Nusantara (APN) Regional I Desa Suka Rame eks PT. Grahadura Ledong Prima.
Surya Dayan Pangaribuan SH, kuasa hukum keluarga korban menjelaskan bahwa insiden terjadi bermula sekitar pukul 16.00 WIB. Kata Dayan, kronologis penganiayaan bermula, ketika korban sedang berboncengan dengan saksi JN kemudian dicegat dijalan dan diduga sengaja ditabrak menggunakan sepeda motor hingga terjatuh. Korban kemudian dikeroyok oleh para pelaku hingga meninggal dunia.
“Berdasarkan keterangan saksi JN kepada kami, korban yang saat itu pulang dari ladang bersama saksi tiba-tiba dicegat. Korban diduga ditabrak menggunakan sepeda motor secara bergantian oleh dua orang yang disebut saksi berinisial B dan BD,” kata Dayan.
Dayan mengungkapkan jumlah terduga pelaku ada sebanyak empat orang yang merupakan petugas keamanan PT Agrinas yang kini telah terungkap dan diamankan. Mereka terdiri dari satu oknum TNI aktif, satu mantan TNI, dan dua warga sipil.
Informasi yang diperoleh, usai korban tewas para pelaku kemudian kabur menyelamatkan diri ke Mapolsek Kualuh Hulu, guna menghindari amukan warga yang marah akibat penganiayaan menyebabkan korban LDH tewas.
Warga yang kesal kemudian melampiaskan kemarahan yang berujung tindakan pembakaran aset kantor, rumah karyawan dan kenderaan di seputaran lokasi kantor milik PT.APN.
Kapolres Labuhanbatu AKBP Wahyu Endrajaya ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan membernarkan peritiwa tersebut dan sedang dalam penyidikan Polres Labuhanbatu beserta Subdenpom I/1-2 Rantauprapat.
Terpisah Dandim 0209 Labuhanbatu Letkol Kav Hanung Kaptiaji, S.Sos., M.I.P ketika dikonfirmasi membenarkan adanya keterlibatan oknum TNI yakni B dan BD yang terindikasi melakukan penganiayaan terhadap Luis Hutabarat.
”Saya dalam perjalanan menuju Rantauprapat, Labuhanbatu, untuk sementara berdasarkan informasi yang dihimpun oleh anggota bahwa benar ada oknum TNI Angkatan Darat (AD) yang terindikasi melaksanakan penganiayaan alm Luis Hutabarat. Dua orang tersebut bukan organik kodam 1 Bukit Barisan, kemudian dari info yang saya dapat yang satu sudah pensiun,” kata Letkol Kav Hanung Kaptiaji, Rabu (17/7/2026).
Secara umum, kata Letkol Kav Hanung Kaptiaji, 2 orang tersebut melaksanakan penugasan di PT Agrinas Palma Nusantara sebagai pengamanan pasca pengambilalihan lahan dari PT Grahadura.Dugaan awal, lanjut Hanung, korban yakni Luiz Hutabarat ditangkap pada saat mencuri tandan buah segar (TBS). Setelah tertangkap ada kegiatan kekerasan yang saat ini masih didalami.
“Hasil visum dan autopsi seperti apa nanti kami tunggu dari pihak Rumah Sakit dan Polres Labuhanbatu,” ujarnya.
Kemudian, lanjut Letkol Kav Hanung Kaptiaji, informasi ini tersebar kemasyarakat dan ada miss komunikasi sehingga mengakibatkan masyarakat terbakar emosi sampai dengan melakukan pengerusakan.
Saat ini, sebut Letkol Kav Hanung Kaptiaji, orang yang terindikasi melakukan penganiayaan sudah ditahan dan diperiksa baik di polres maupun Subdenpom.Dalam kesempatan tersebut ia menegaskan komitmennya untuk menegakkan proses hukum sesuai aturan yang berlaku diwilayah Kodim 0209 Labuhanbatu baik itu terhadap oknum TNI yang bekerja diwilayah Labuhanbatu.
“Jika ada oknum TNI yang bertugas diwilayah Labuhanbatu dan melakukan pelanggaran hukum, maka yang bersangkutan harus bertanggung jawab sesuai ketentuan yang berlaku. Begitupun setelah kembali ke Rantauprapat saya akan cek bagaimana prosesnya,” terangnya.
Dalam hal ini Letkol Kav Hanung Kaptiaji menyatakan bahwa pihaknya terus dan tetap berkordinasi dengan Polres Labuhanbatu untuk membuka kasus ini sebagai bentuk tanggung jawab kepada masyarakat.
“Tentunya kita akan kawal kasus ini. Pihak PT Agrinas Palma Nusantara hari ini sudah dipanggil dan melaksanakan kordinasi terkait hal tersebut, kemudian kejadian ini juga sudah saya laporkan ke komando atas, dalam hal ini Korem dan Kodam. ,” pungakasnya.(Riz)











