Suasana kejadian pohon tumbang yang menimpa pelajar peserta perkemahan Pramuka di Bilah Hulu
LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Pelajar SD yang menjadi korban pohon tumbang saat perkemahan Pramuka di Kecamatan Bilah Hulu, Rabu (30/10/2024) malam bertambah jadi dua orang.
Pelajar kedua yang dinyatakan meninggal dunia yakni Muhammad Firja (11) Pelajar Kelas 5 SD Negeri 25 Bilah Hilir. Pelajar ini sebelumnya mengalami cidera parah dan sempat dirujuk ke RSUD Rantauprapat. Sehigga total korban meninggal sebanyak dua orang yakni Beby Aprilian dan Muhmmad Firja.
Ketua Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Labuhanbatu, Sentosa Pohan, ketika dihubungi menyatakan duka cita mendalam atas insiden kejadian tersebut.
“Kami dari Kwartir Cabang Turut Berduka Cita mendalam kepada korban dan seluruh korban, ini murni peristiwa alam,” katanya kepada NusarayaExpose.Com.
Sentosa membenarkan dua korban pelajar meninggal dunia dalam peristiwa ini, dan korban terakhir yakni Muhammad Firja meniggal dunia pada Kamis, (31/10/2024) sekitar pukul 04.00 WIB dini hari di RSUD Rantauprapat.
“Kebetulan saya bersama orang tua korban berada di RSUD Rantauprapat kala korban menghembuskan nafas terkahir,” katanya. Dijelaskanya Perkemahan Pramuka yang dilaksanakan di Desa N-4, Kecamatan Bilah Hulu, memang merupakan program tahunan.

Proses evakuasi korban pelajar ke Rumah Sakit Sri Pamela PTPN III Aek Nabara.(foto : Istimewa)
Dan Panitia Pelaksananya adalah Gugus Depan Pramuka Perguruan Tinggi Al Ihtihad. Harusnya, Pelaksanaan Kegiatan Perkemahan tersebut akan secara resmi dibuka oleh Kwartir Cabang Labuhanbatu pada hari ini (Kamis, 31/10/2024).
“Seharusnya hari ini dbuka dan dihadiri PJ Bupati Labuhanbatu, dan sudah dikonfirmasi kesediaan bapak PJ Bupati Labuhanbatu menghadiri pembukaanya,” kata dia.
Naas, sebelum pembukaan kejadian alam itu terjadi sehingga membatalkan pembukaan Perkemahan tersebut. Sentosa juga merinci, Kejadian ini terjadi habis Maghrib menjelang Isya sekitar Jam 19.00 malam, selesai Makan malam.
Akibat hujan dan angin kencang, para peserta dan pembimbing diarahkan ke pemondokan rumah warga sekitar yang telah disiapkan panitia. Disaat bersiap hendak ke pemondokan, ternyata salah satu ranting pohon jati yang berada dilokasi menimpa para korban. “Kebetulan memang, Kemah para korban dekat dengan pohon tersebut,” katanya.
Sehingga kata dia, atas insiden tersebut kegiatan itu dibatalkan dan para peserta yang selamat dikembalikan ke kediamanya masing-masing.
Sementara disingung berapa jumlah peserta Perkemahan, Sentosa Pohan belum mendapat rincianya. Sebab, seharusnya jumlah peserta baru diserahkan oleh panitia kepada Kwartir Cabang pada Kamis hari ini, atas kejadian itu mereka belum mendapat informasi jumlah keseluruhan peserta, karena harus fokus mengurus evakuasi para korban yang ada.
Kasi Humas Polres Labuhanbatu AKP Syafruddin ketika dikonfirmasi terkait peristiwa itu dan bertambahnya korban pelajar yang meninggal dunia mengatakan pihaknya masih melakukan koordinasi dengan pihak Polsek Bilah Hulu terkat kejadian ini, “Kami Konfirmasi lagi Kepolsek Bilah Hulu,” katanya
Sementara itu Kepala Dinas Infokom Kabupaten Labuhanbatu Ahmad Fadly Rangkuti saat dihubungi mengaku dirinya sedang ada kegiatan lain, sehingga menyarankan wartawan untuk mempertanyakan hal itu kepada Ketua Kwarcab Pramuka Labuhanbatu Sentosa Pohan. “tanyakan sama Kwarcab Pramuka ya bang, saya lagi ada kegiatan,” ujarnya, sembari buru-buru menutup telepon.
Diberitakan sebelumnya sebanyak 7 orang pelajar dan seorang tenaga pengajar menjadi korban insiden pohon tumbang saat pelaksanaan perkemahan Anak Pramuka di Bumi Perkemahan Pramuka, di Lapangan Kompas, Desa N-4, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (30/10/2024) Malam.
Delapan orang tersebut tertimpa pohon ketika tengah berkemah di acara perkemahan anak di lapangan Kompas, Desa N-4 Kecamatan Bilah Hulu. Peristiwa yang mengkaget kan itu, lantas membuat resah dan khawatir ratusan orang tua murid yang anak mereka mengikuti Bumi Perkemahan di Aek Nabara ini.
Apalagi video saat evakuasi kejadian tersebar di sejumlah media sosial. Dalam Video yang dibagikan warga tersebut, sejumlah petugas yang merupakan peserta maupun Panitia dibantu warga sekitar terlihat panik ketika melakukan evakuasi para korban ke rumah sakit Sri Pamela Aek Nabara untuk mendapatkan pertolongan medis.
Data yang dihimpun mayoritas korban yang dilaporkan mengalami luka-luka berasal dari SD Negeri 25 Kecamatan Bilah Hilir.
Adapun data korban luka yakni :
1. Daonis Alhafis, laki laki, (11) pelajar kelas 5 SDN 25 Bilah Hilir.
2. Renungan (12) laki laki, pelajar kelas 6 SDN 25 Bilah Hilir.
3. Dimas, laki laki, (12), pelajar kelas 6 SDN 25 Bilah Hilir.
4. Rizki, laki laki, (12) pelajar kelas 6 SDN 25 Bilah Hilir.
5. Muhammad Alif Alzan, laki laki, (11) pelajar kelas 5 SDN 25 Bilah Hilir.
6. Erni (24) Guru SMA Bilah Hilir.
Korban meninggal dunia :
1. Beby Apriian (11) pelajar kelas 5 SD Negeri 25 Bilah Hilir.
2. Muhammad Firja (11) pelajar kelas 5 SD Negeri 25 Bilah Hilir.
Akibat kejadian itu, sejumlah anak yang mengikuti Bumi Perkemahan terpaksa dibubarkan dan dikembalikan kerumahnya masing-masing.(riz)









