Pasca OTT KPK Atas Bupati Labuhanbatu Tertinggal Jejak Kejahatan Kekuasaan Yang Didukung Lingkungan Dr.H.EAR MKM.

Action For " Sapa Desa "

Rantauprapat (Nusaraya Expose)

             Di OTTnya Bupati Labuhanbatu, Dr.H.EAR MKM, berawal dari Perseteruan Politik, antara Bupati dengan Petinggi lainnya, yang juga lebih dahulu tersambar masalah hukum. Namun sebelumnya Petinggi Kabupaten Labuhanbatu itu, sempat menginventarisir Data-data Korupsi, yang dikendalikan Bupati tersebut, dan sempat melayang data terhimpun ke KPK.

            Data itu, memperlihatkan selama kurun  waktu tiga tahun Kabupaten Labuhanbatu, benar-benar dilingkupi Kejahatan Korupsi, yang masif dan terkordinir. Yang menyebabkan Para ASN dari standard Echelon II sampai iii, sangat merasa tertekan, namun tidak sanggup dan tidak berani melakukan aksi sebagaimana yan dilakukan atasan mereka, yang juga ASN itu.

             Kejahatan Ekonomi, dalam bentuk jual beli proyek, yang bisa lebih diperhalus dengan istilah setoran Fee Proyek. Adalah kejahatan yang terkuak dalam OTT KPK, terhadap Dr.H.EAR MKM,RR Anggota DPRD Labuhanbatu, AS,Pengusaha dan Ab. Sebenarnya Kejahatan itu, adalah merupakan Kejahatan yang klasik. Banyak Pejabat Negeri ini, sejak dari Bupati Walikota, Gubernur sampai ketingkat Menteri, terlibat masalah tersebut. Namun apa yang terjadi di Kabupaten Labuhanbatu, sudah bisa disebut sebagai Kejahatan Kekuasaan yang menyapu rata, diistilahkan Tangguk Rapat. Sejak dari Pemerasan terhadap ASN Echelon II dan III, sampai-sampai kepada Kepala Lingkungan. Dan Kejahatan dalam Rekrutmen Kepala Dusun yang terjadi beberapa bulan lalu, adalah patok hitam yang mewarnai kerakusan menompangi rekrutmen Kadus itu. Itu masuk dalam link aduan ke KPK.Hanya saja bisa jadi KPK, masih dalam posisi Interval, memproses masalah OTT.Berdasarkan penelusuran Media Masa ini. Masyarakat, memang sudah masygul, ini dibuktikan dengan munculnya Papan-papan Bunga yang memberi apresiasi kepada KPK dan Polri, tujuannya jelas melampiaskan amarah yang terpendam selama ini.

           Tiga tahun Dr.H.EAR MKM, berkuasa. Institusi mana yang tidak terjebak dalam rekam buruk kekuasaan itu. Paling-paling adalah OPD yang tidak potensial, dan tidak punya akses program yang bisa mendatangkan fulus. Awak Media ini, pernah mendengar keluhan seorang Kepala Dinas, yang bertugas pada OPD miskin, itu istilah yang patut disebut, karena OPD itu, tidak punya akses untuk tarik dan  cari  uang. Kata Kadis itu, kalau saja ada yang mau menggantikan uangku, aku rela, dan sudah tidak tahan lagi, kata dia. Kadis itu mengeluh, mengexpresikan wajah yang frustasi.

           Nah, mengapa seperti itu ?. Masalahnya bukan hanya sekedar bayar jabatan tersebut, ada rekam jejak hitam, yang terseret aduan ke KPK itu. Orang dekat dengan Bupati, Dengan Sandi Waths Up “ Bapak/Ibu Kepala OPD Ijin Menghadap “ menurut data jejak laporan ke KPK tersebut. WA itu, dikirim ke setiap Kepala OPD,pada setiap akhir bulan dan oknum tersebut akan hadir pada tanggal  2 setiap bulan. Nah, rasanya kalau hal itu benar. Para Kepala OPD sudah harus berteriak, benaaarrrr. Karena kalau itu benar, artinya mereka sangat tersiksa selama ini. Memang informasi ini,mengerikan sekali. Kita jadi teringat, kisah-kisah dimasa Raja-raja zalim, masa silam. Yang menekan bawahannya, sehingga bawahan tidak berkutik, ini sepertinya terulang.

ISUE BUANG HP BARBUK KE SEI.BILAH

Pasca di OTTnya EAR, ada juga muncul isue, yang ini memang masih isue atau rumor. Beberapa saat sebelum EAR di OTT, HP. Mahal miliknya dibuang ke Sei.Bilah, benar tidaknya ada orang yang sempat melihat seorang Wartawan yang dekat dengan EAR Membuag HP itu di Jembatan Sei.Bilah.

Banyak lagi, fakta yang akan disajikan Media ini, silahkan tunggu, dasar tulisan ini sangat akurat.Dan dikuak secara menyeluruh, demi kebenaran itu.(Bersambung Episode lainnya dengan Thema Peran dr.R, aksi-aksi penghimpunan dana di lingkungan Dinkes Labuhanbatu Untuk Upeti ) ****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *