Bengkalis, (NusarayaEkspose.Com) :
Pasca Kebakaran hebat yang terjadi pada tiga unit kolam penampungan limbah minyak mentah milik PT. Bangko Siak Pusako (BSP) di Dayun, Kabupaten Siak, Jumat (30/8/2024) lalu.
Badan Anti Korupsi (BAK) Lembaga Investigasi Penyelamatan Uang Negara (LIPUN) Bengkalis mendesak agar BPK RI dan SKK migas segera melakukan audit investigasi serta audit forensik menyeluruh terhadap sistem manajemen dan operasional PT. BSP karena dinilai telah banyak melanggar prosedur operasional yang ditetapkan oleh SKK Migas.
“Perlu adanya audit menyeluruh terhadap PT. BSP ini, SKK Migas dan pemegang saham terbesar jangan lagi hanya berdiam diri, segera dilakukan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa, karena manajemen dinilai sudah banyak merugikan koorporasi,” ujar Sekretaris BAK LIPUN Bengkalis Wan Muhammad Sabri Siregar SE kepada NusarayaEkspose.Com, Selasa (3/9/2024).
Dijelaskan Wan M Sabri berbagai insiden telah terjadi pasca PT BSP sebagai BUMD daerah mengelola secara penuh blok minyak dan gas di Coastal Plain Pekanbaru (CPP) dari Zamrud ke Minas.
Seperti Pada Kamis (26/1/2023) lalu terjadi ledakan pada area fasilitas pipa yang sudah tidak dipakai di area sumur Bekasap 02 yang dikelola PT Bumi Siak Pusako (BSP) di Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, Riau, yang menyebabkan seorang karyawan tewas dari 4 orang korban yang ada.
Kemudian terjadi penyumbatan pada pipa minyak minyak mentah dari blok minyak dan gas di Coastal Plain Pekanbaru (CPP) dari Zamrud ke Minas. Dan teranyar kebakaran tiga kolam vite penampungan minyak mentah akhir Agustus ini.
Sekretaris Badan Anti Korupsi (BAK) LIPUN Bengkalis, Wan Muhammad Sabri mengungkapkan beberapa kejadian terhadap blok CPP yang dikelola BUMD Siak menunjukkan tidak profesionalnya manajemen PT Bumi Siak Pusako (BSP) dalam mengelola blok tersebut.
“Sebelumnya, dari tahun 80 an mulai dari Caltex sampai BOB PERTAMINA berjalan lancar pengelolaan blok Siak tersebut. Akibat dari kelalaian pipa distribusi membuat kerugian bukan hanya di pihak PT BSP saja tapi Negara juga, dimana terjadi penurunan lifting akibat distribusi yang terhenti,” jelas Wan Muhammad Sabri
Sabri menambahkan walaupun SKK MIGAS telah memberikan SP 2 terhadap kinerja BUMD PT BSP, namun tidak juga terjadi perubahan signifikan terhadap manajemen yang juga merugikan beberapa wilayah disekitarnya.
“Blok CPP ini bukan hanya berada di kabupaten Siak tapi juga berada di kabupaten Bengkalis,” ungkapnya.
Atas kejadian tersebut, ia meminta kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan SKK Migas untuk segera melakukan audit keuangan dan kinerja BUMD PT BSP, karena diduga manajemen perusahaan diisi oleh kerabat kerabat pejabat dan bukan berdasarkan profesional kerja.
“Sebagai LSM Badan Anti Korupsi (BAK) LIPUN, kami meminta BPK memeriksa PT BSP dan juga kami harap agar SKK MIGAS bertindak sesuai ketentuan, karena PT BSP sudah diberikan peringatan ke dua untuk membenahi manajemen nya agar tidak terjadi kelalaian kinerja,” lanjutnya.
Sementara itu Iskandar Dirut BUMD PT. Bumi Siak Pusako yang coba dikonformasi NusarayaEkspose.Com melalui pesan WhatsApp hingga kini belum memberikan tanggapannya atas tudingan tersebut.
Diketahui sebelumnya, Tiga kolam Vite minyak mentah milik Bumi Siak Pusako (BSP) di simpang GS, di Jalan Lintas Manroad Zamrud, Kepenuhan Dayun, Kecamatan Dayun, Kabupaten Siak, terbakar. Insiden tersebut terjadi sejak Jumat (30/8).
Kasat Reskrim Polres Siak AKP Bayu Ramadhan Efendi seperti dikutip dari sejumlah media mengatakan, kebakaran berasal dari minyak mentah yang ada di tiga sumur itu berasal dari sumur yang ada di Bumi Siak Pusako (BSP).
“Proses pemadaman api dilakukan oleh tim Pemadam kebakaran milik BSP dan Pemerintah Kabupaten Siak,” kata Bayu, Sabtu (31/8).
Bayu mengatakan, kebakaran tiga sumur itu awalnya diketahui Yanto dan T Said Zamzami sekuriti yang sedang berpatroli. Temuan itu, langsung dilaporkan kepada Danru Marwan, lalu dilaporkan lagi kepada Dansek Supri.
“Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut dan lokasi kejadian jauh dari permukiman masyarakat,” kata Bayu.
Sementara itu, untuk kerugian materil, sampai saat ini belum dapat dipastikan pihak terkait. Penyebab kebakaran juga belum diketahui karena saksi pertama yang mendatangi lokasi juga tidak mengetahui.
“Untuk penyebab kebakaran dari keterangan saksi yang melihat mereka tidak mengetahui sumber api berasal dari mana, hingga sampai saat ini api masih menyala dan pemadaman masih berlangsung,” jelas Bayu.(WSB/RIZ/INT)












