Ketua DPD KNPI Labuhanbatu, Hamzah Syabani Nasution.(Foto/Istimewa).
LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Peringatan ke-96 hari sumpah pemuda tahun 2024 di Kabupaten Labuhanbatu, Sumut direncanakan dilaksanakan di lapangan Ikabina Rantauprapat, Senin tanggal 28 Oktober 2024 mendatang.
Namun, sebelum pelaksanaan gebyar pemuda muncul statement miring kepada Pemkab Labuhanbatu yang saat ini dipimpin oleh Pjs H Faisal Arif Nasution.
Seperti yang diutarakan oleh Ketua DPD KNPI Labuhanbatu, Hamzah Syabani Nasution di Rantauprapat pada Jumat, 25 Oktober 2024.
Ia menyebutkan keberadaan pemuda dalam kegiatan Hari Sumpah Pemuda nanti hanya sebatas properti atau pajangan.
Bagaimana tidak, peran yang diberikan pemkab pada peringatan hari sumpah pemuda mendatang, hanya sebatas pembaca undang-undang dan teks sumpah pemuda.
Bahkan, sambungnya, pemuda sama sekali tidak pernah mendapat undangan dalam hal pembahasan rencana kegiatan. “Iya, tiba-tiba kita sudah dikabari terkait tata tertibnya,” terangnya.
Padahal, ujarnya, kompetensi pemuda di Labuhanbatu tidak lagi perlu diragukan kemampuannya. Saat ini banyak yang telah merambah dan berkarir di dunia politik maupun perekonomian.
Potensi pemuda Labuhanbatu, kata Hamzah, dapat dikategorikan cukup besar. Maka, sangat disayangkan jika Pemkab Labuhanbatu tidak menjadikan pemuda sebagai pelopor perubahan.
Sejatinya, pemuda Labuhanbatu memiliki harapan kepada Pjs labuhanbatu, H Faisal Arif Nasution, tetapi situasi terkini malah memperlihatkan kondisi terburuk dari sebelumnya.
“Tidak ada pembinaan, kita menilai pemuda tidak lagi menjadi mitra strategis. Jika begini terus, kesannya pemuda hanya sebatas properti, bukan sebagai aktor perubahan,” tambah Hamzah.
Secara sederhana, lanjutnya, Pemkab Labuhanbatu sebaiknya menggelar malam silaturahmi sekaligus malam refleksi dari rangkaian kegiatan guna melihat aspirasi pemuda terhadap Labuhanbatu dan sebaliknya.
Jika dilihat dari pedoman peringatan hari sumpah pemuda tahun 2024 yang dikeluarkan Kemenpora, terdapat beberapa sub tema yang seharusnya diperhatikan.
Diantaranya, pemuda peduli gizi anak untuk generasi sehat dan produktif, bersatu dalam kebhinekaan, pemuda sehat, cerdas, kreatif, inovatif dan berkarakter hingga transformasi pemuda pada pendidikan, kesehatan, kepemimpinan dan lainnya.
Diakui Hamzah, pernah dilakukan pertemuan dan KNPI diundang kala itu. Tetapi, tidak lagi ada musyawarah atau diskusi, melainkan mendengarkan penetapan surat keputusan terkait kegiatan dan kepanitiaan.
“Pada pertemuan itu bukan diskusi, tapi tahap membacakan SK saja. Kalau sebelumnya, diadakan rapat internal dulu, lalu hasil itu di-SK-kan dan dibacakan saat rapat. Tapi sekarang tidak, kita langsung diberi tanggungjawab,” bebernya.
Dilanjutkan Hamzah, ada beberapa dasar mengapa pemuda layak untuk diperhatikan. Misalnya, hari besar nasional ini berakar dari sejarah yang terjadi pada 1928 silam.
Sumpah pemuda sendiri adalah ikrar kebangsaan yang lahir dari kongres pemuda kedua pada 27-28 Oktober 1928 di Jakarta untuk memperkuat persatuan pemuda dari berbagai suku, daerah dan agama.
Melalui kongres pada puncaknya yakni 28 Oktober 1928 lahirlah sumpah pemuda yang mengikrarkan satu tanah air, satu bangsa dan satu bahasa Indonesia.
“Ikrar inilah yang menjadi fondasi penting dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia dan simbol persatuan bangsa. Nah, kini berbeda di Labuhanbatu, pemuda malah terkesan dikucilkan. Esensinya hilang,” sebut Hamzah kesal.
Sementara, Kepala Dinas Pemuda Olahraga dan Kebudayaan Kabupaten Labuhanbatu, Hulwi pada Sabtu, 26 Oktober 2024 kepada wartawan menjelaskan, pihaknya telah melaksanakan rapat panitia beberapa waktu lalu.
“Pada hari Selasa tanggal 22 Oktober 2024 dan dihadiri KNPI ada beberapa orang salah satunya saudara Indra Firdaus, boleh awak tanyakan sama beliau,” jelasnya.(Zain)









