LABURA, (NusarayaExpose.Com): Gerakan Anti Narkotika Nasional Kabupaten Labuhanbatu Raya, mengusulkan agar Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (FORKOPIMCA) membuat gerakan aksi komitmen bersama guna pemberantasan narkotika di Kecamatan Aek Natas.
Usul tersebut disampaikan Hendra Hermansyah Ketua GANN Labuhanbatu Raya menyusul keresahan masyarakat terkait peredaran narkotika jenis sabu-sabu di Wilayah Bandar Durian Kecamatan Aek Natas.
“Kami mengusul kepada FORKOPIMCAT agar mengisiasi gerakan tolak narkotika di Kecamatan Bandar Durian dengan menandatangi Komitmrn Bersama pemberantasan Narkoba,” kata Hendra Hermansyah, Minggu (27/04/2025).
Menurut Hendra, bahwa maraknya informasi yang tersebar di publik terkait peredaran narkoba di Wilayah Kecamatan NA IX-X harus diberantas dan dibutuhkan komitmen bersama antara masyarakat dan unsur Pimpinan Kecamatan seperti Camat, Kapolsek serta Danramil sebagai garda terdepan pemberantasan narkotika di Aek Natas.
Terlebih saat ini, sejumlah warga yang berdomisili di Lingkungan II, Kelurahan Bandar Durian (Bandar Durian Ujung), Kecamatan Aek Natas, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara mengungkapkan keresahan yang mendalam terkait keberadaan rumah apung (pondok bambu terapung) di Sungai Bandar Durian yang diduga kuat menjadi tempat transaksi dan pengguna narkoba. Selain lokasi peredaran di Pangkal Jembatan Bandar Durian.
“Keluhan dan keresahan warga lantaran warga menduga aparat penegak hukum terkesan tidak mengambil tindakan tegas, bahkan cenderung membiarkan aktivitas haram perusak bangsa tersebut berlangsung, jadi penandatangan Komitmen bersama akan menambah kepercayaan publik terhadap negara terkait pemberantasan narkoba ini,” katanya.
Sebab, kata dia, masyarakat saat ini cukup berang akibat peredaran sabu-sabu yang disebut-sebut dikendalikan oleh seorang pria berinisial RF dan sudah berlangsung cukup lama.
“Jadi berdasarkan informasi di wilayah tersebut, diduga berkedok rumah apung dikendalikan RF, terjadi transaksi dan konumsi sabu-sabu, namun belum pernah dilakukan penggerebekan, sehingga masyarakat berspekulasi telah terjadi pembiaran,” Ucapnya.
“Dia yang aman, kami yang resah. Kami khawatir narkoba ini membawa pengaruh buruk bagi anak anak kami bahkan suami kami, rasa nyaman di dalam keluarga pun sudah berkurang, bahkan ada yang rumah tangganya hancur.” Kata Hendra menirukan keluhan seorang ibu rumah tangga kepada mereka. Ditambah Hendra bahwa transaksi Narkotika diwilayah tersebut tekah terjadi terang-terangan.(CR-01/Red).












