Aktifitas keluar masuk angkutan PKS PT Merbau Jaya Desa Pulo Jantan mengakibatkan debu yang menyebar ke pemukiman warga.(Foto/Rizki W Siregar)
LABURA, (NusarayaExpose.Com) : Masyarakat Desa Pulo Jantan, Kecamatan NA X-IX, Kabupaten Labuhanbatu Utara, menuding pihak perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Merbau Jaya tidak memperhatikan lingkungan sekitar.
Pasalnya, truk angkutan buah dan CPO yang melintas dari dan menuju Pabrik Kelapa Sawit milik Anak usaha Grup dari Merbau Jaya Indah Raya Grup (MIG) ini kerap menimbulkan debu dan menyebar ke pumikan warga sepanjang jalan.
Akibatnya aktivitas kesehatan warga terganggu, termasuk dengan aktivitas ibadah warga yang tempat ibadahnya berada di pinggir jalan.
“Terganggu kali kami debu yang diakibatkan perusahaan Merbau Jaya ini, sudahlah tidak ada perhatian terhadap warga sekitar, jalan berdebu juga gak pernah diperhatikan,” kesal Subhan warga yang kebetulan melintas.
Selain debu, asap pabrik kelapa sawit perusahaan ini juga turut menggangu aktivitas warga. Sehingga, warga merasa resah atas efek negatif beroperasinya PKS milik PT Merbau Jaya di Desa Pulo Jantan itu.
Sementara itu Faisal F Pane aktivis Lingkungan Hidup Yayasan Pature Bumi Nusantara mendesak agar pihak perusahaan segera mematikan pengelolaan pabrik kelapa sawit perusahaan dikelola secara berkelanjutan.
Menurut Faisal, PKS Merbau Jaya harus mengelola Pabrik sesuai prinsip pada sertifikasi ISPO yang mereka miliki.
“Perusahaan harus memastikan pengelolaan sesuai dengan standart ISPO, dan memastikan pengelolaan perkebunan kelapa sawit dilakukan secara berkelanjutan,” kata Faisal.
Menurutnya, ada tujuh prinsip ISPO yang harus di perhatikan, yang mencakup Aspek Legal, Sosial, Lingkungan dan Ekonomi.Aspek sosial yaitu menjamin hak hak pekerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar, dan menghindari konflik sosial.
Maka kata Faisal, sudah menjadi suatu kewajiban bagi perusahaan untuk selalu memperhatikan kesehatan masyarakat, bisa dengan memberikan bantuan berupa masker, obat obatan, makanan dan minuman serta suplemen, termasuk dengan pemeriksaan kesehatan berkala untuk meredam dampak negatif atas beroperasi PKS tersebut.
Berdasarkan pantauan awak media NusarayaExpose.Com saat berada di lingkungan PKS PT Marbaujaya, terlihat masyarakat yang rumahnya berada disepanjang jalan masuk menuju Pabrik tampak terkena debu.
Sementara itu Surianto Humas PT Merbau Jaya ketika dihubungi via WhatsApp terkait keluhan warga tersebut mengaku jika dirinya sedang ada dinas luar. “Ijin pak kalau boleh tau yang di daerah mana ya pak,?,” tanya Surianto tanpa memberikan penjelasan terkait keluhan warga.
Setelah kembali dijelaskan jika keluhan warga dimaksud terkait jalan Desa Pulo Jantan yang dilalui oleh keluar masuknya truk menuju PKS Merbau Jaya, Surianto hanya menjawab dirinya saat ini masih ada tugas luar, “ijin pak saya masih dinas luar,” ucapnya mengakhiri.(riz)












