LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Harga kebutuhan pokok di Labuhanbatu semakin menggila, sejumlah omak-omak (Ibu rumah tangga-red) mengaku Stress akibat, kenaikan harga kebutuhan pokok yang harganya melonjak hingga mencapai 150 persen dalam tempo sepekan.
“Semua harga kebutuhan pokok naik, beras, cabe, bawang, ikan, telur, sementara penghasilan suami tidak naik bahkan cenderung menurun,” Ujar Riska Ibu rumah tangga yang sedang berbelanja di Pasar Gelugur Rantauprapat, Senin (08/09/2025).
Dijelaskanya, seperti harga cabai, yang biasanya dijual Rp.20 ribu sampai Rp. 25 ribu per-kilogram kini naik menjadi Rp.100 ribu/Kg.
Hal senada juga dikeluhkan Ririn, Ibu rumah tangga itu tak habis pikir kebutuhan pokok seperti ikan Kembung yang semula Rp. 20 ribu-25 ribu perkilo gramnya kini dijual seharga Rp. 35 ribu- Rp.40 ribu perkilogram.
Kondisi ini kata dia memang lumrah untuk hari-hari besar seperti lebaran dan tahun baru. Namun, disaat hari biasa kondisi ini tentunya sangat luar biasa. Sebab, daya beli warga sangat menurun.
Jamal pedagang sayuran dan ikan menjelaskan, bahwa pihaknya tidak mengetahui, penyebab naiknya harga-harga kebutuhan pokok tersebut. Sebab, dari pihak penyalur mereka dijelaskan semua harga sudah naik sehingga mereka terpaksa menaikan harga jual eceran.
Menurut Jamal, kenaikan harga kebutuhan pokok rata-rata mencapai 150 persen dari harga awal. Dan dalam setiap hari barang pokok tersebut terus mengalami kenaikan.
“Memang semua pembeli selalu mengeluh harga-harga naik, tapi mau gimana lagi, pembelian kami juga naik, dan ini terjadi sejak sepuluh hari belakangan ini,” katanya.
Ditanya apakah hal ini berakibat dengan jumlah pembeli, Jamal meng-amininya. Dia berujar, jika kenaikan harga kebutuhan pokok ini menyebabkan sepi pembeli dan mayoritas kaum ibu yang berbelanja mengurangi bahan kebutuhan belanjanya.
“Yang biasanya beli cabe minimal seperempat kilogram, kini hanya beli satu ons saja karena ketidak mampuan mereka mengimbangi harga dengan keuangan,” tandasnya.Jamal berharap, jika harga kebutuhan pokok ini segera kembali stabil agar daya beli masyarakat kembali membaik.(riz)











