BILAH HILIR,(NusarayaExpose.Com): Kepala Sekolah SDN 04 Bilah Hilir, MWT diduga melakukan penyelewengan dana pemeliharaan sarana dan prasarana Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Dugaan penyelewengan tersebut diduga telah terjadi sejak tahun 2024 – 2025, pasalnya meski dana pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah sejak tahun 2024 – 2025 telah dicairkan dan dipertanggung jawabkan sebesar Rp. 32.859.800. Tetap saja kondisi Sekolah tersebut babak belur.

Foto : Kondisi jendela SDN 04 Bilah Hilir ditempel potongan papan bekas.
Bahkan sejumlah sarana mengajar seperti papan tulis telah rusak tanpa perbaikan dan pergantian. ”Sudah bertahun-tahun Kepala Sekolah MWT menjabat Kepala Sekolah disini, tapi kondisi sekolah babak belur tidak pernah dipelihara,” ujar warga sekitar yang minta namanya tidak ditulis.

Foto : Kondisi meja dan kursi siswa SDN 04 Bilah Hilir sudah hancur dan tidak layak pakai
Adapun berdasarkan kondisi yang tampak disekolah tersebut yakni hampir mayoritas jendela sekolah mengalami pecah dan ditempel dengan potongan papan, plafond jebol, cat dinding sekolah tampak kusam, WC siswa tidak layak, lampu banyak yang putus dan beberapa Papan tulis tidak layak pakai beberapa meja dan kursi siswa hancur.
Berdasarkan data yang diperoleh, sekolah dengan jumlah siswa sekitar 260 orang tersebut menerima dana BOS Tahap I dan II Tahun 2024 sebesar Rp. 270.960.000, dengan rincian biaya pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah penyaluran tahap I Rp 9.592.000, penyaluran tahap II Rp 11.959.000 dengan total Rp. 21.551.000.

Foto : Kondisi sarana belajar berupa papan tulis yang hancur tanpa perbaikan
Tahun 2025 Sekolah tersebut kembali menerima dana BOS Tahap I dan II Tahun sebesar Rp. 240.960.000, rincian dana pemeliharaan sarana dan prasarana Sekolah, Tahap I Rp 7.918.300, Tahap II Rp 3.390.500 dengan total Rp.11.308.800.
Sehingga sejak tahun 2024-2025 terdapat Rp. 32.859.800 dana pemeliharaan yang dianggarkan Sekolah tersebut. anehnya, sejak tahun tersebut tidak tampak adanya dana pos pemeliharaan yang digunakan padahal anggaran tersebut telah dipertanggung jawabkan.

”artinya kalau dananya dikeluarkan tapi tidak ada yang dilaksanakan kegiatanya, masyarakat pasti curiga jika pertanggung jawaban dana BOS nya fiktif,” sebut warga ini.
Warga ini pun meminta agar Bupati Labuhanbatu Hj. Maya Hasmita segera mencopot Kepala Sekolah tersebut dan tidak dipromosikan menjabat Kepala Sekolah manapun karena tidak mencerminkan pengelolaan keuangan dan Sekolah yang baik.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 04 Bilah Hilir Megawilan Tanjung ketika dikonfirmasi melalui sambungan WhatsApp belum memberikan tanggapan.(riz).











