LABUHANBATU,(NusarayaExpose.Com): Sejumlah Sekolah di Kecamatan Bilah Hilir, Kabupaten Labuhanbatu mendapat pesan diduga dengan modus Scaming (penipuan) yang mengaku sebagai Camat Bilah Hilir Ridwan Syahputra Harahap akan membagikan bantuan kepada sekolah-sekolah yang ada di Kecamatan Bilah Hilir.
Pelaku mencoba memperdaya pengelola sekolah agar mau menyerahkan data berupa nomor rekening sekolah ataupun rekening pribadi pengelola sekolah.
“Ya, beberapa hari belakangan ada pesan yang mengaku sebagai Camat Bilah Hilir, mau menyerahkan bantuan, namun penyerahan bantuan harus diberikan melalui nomor rekening bank daerah,” ujar sejumlah Kepala Sekolah di Bilah Hilir.
Beberapa Sekolah yang sempat dihubungi pelaku Scaming tersebut yakni SMKS Dewi Sartika Bilah Hilir, SDN 01 Bilah Hilir, SDN 26 Bilah Hilir dan TPA Dharma Bhina Bilah Hilir.
“Modusnya sama disebutkan ada bantuan, ujung-ujungnya minta Nomor rekening,” Ujar sumber.
Curiga dengan model pemberian bantuan yang diduga fiktif tersebut, beberapa Kepala Sekolah lantas menghubungi Koordinator Pengawas Pendidikan Kecamatan Bilah Hilir.
“Pak Korwas langsung konfirmasi ke Pak Camat ternyata benar Pak Camat tidak pernah meenghubungi sekolah-sekolah dimaksud terkait pemberian bantuan,” Ujar Kepala Sekolah ini.
Para Kepala Sekolah menduga Modus yang akan dilakukan pelaku penipuan tersebut adalah dengan membobol nomor rekening ataupun meminta jatah fee ataupun potongan pajak di depan sebelum bantuan fiktiif tersebut diserahkan.
“Pastinya arahnya sesuai dugaan kami, ujung-ujung si penipu minta uang potongan dibayar di depan sebelum bantuan fiktif bisa diberikan,” ucap sumber ini.
Sementara itu D Pakpahan salah satu Kepala Sekolah di Kecamatan Bilah Hilir berpesan kepada para Kepala Sekolah dan penyelanggara Sekolah di Labuhanbatu agar berhati-hati dengan modus-modus penipuan yang kini telah menyasar Sekolah-Sekolah dengan menjanjikan bantuan fiktif.
Menurut Pakpahan bahwa tujuan penipu terhadap calon korban sesungguhnya ingin mendapatkan data nomor rekening agar dapat dibobol, bahkan penipu tersebut tentunya akan terlebih dahulu meminta potongan di depan dengan alasan potongan pajak sebelum bantuan fiktif disalurkan.(DP/Riz)











