Proses Evakuasi Korban Pohon Tumbang di Rumah Sakit Sri Pamela PTPN IV Aek Nabara (Foto/Istimewa)
LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Seorang anak dinyatakan meninggal dunia dan tujuh orang lainya termasuk seorang pengajar mengalami luka-luka akibat tertimpa pohon, saat pelaksanaan perkemahan Anak Pramuka di Bumi Perkemahan Pramuka, di Lapangan Kompas, Desa N-4, Kecamatan Bilah Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Rabu (30/10/2024) Malam.
Hujan yang disertai angin kencang menyebabkan pohon tumbang, dan menimpa sejumlah kemah Pramuka yang didirikan saat pelaksanaan perkemahan. Seorang anak bernama Bebi Aprilian Pelajar (11) Kelas 5 SD Negeri 25 Bilah Hilir dilaporkan meninggal dunia.Selain itu tujuh orang lainya mengalami luka-luka termasuk seorang guru pengajar SMA Negeri 2 Bilah Hilir, bermama Erni (26) juga turut mengalami cidera luka.
Peristiwa yang mengkaget kan itu, lantas membuat resah dan khawatir ratusan orang tua murid yang anak mereka mengikuti Bumi Perkemahan di Aek Nabara ini.

Apalagi video saat evakuasi kejadian tersebar di sejumlah media sosial. Dalam Video yang dibagikan warga tersebut, sejumlah petugas yang merupakan peserta maupun Panitia dibantu warga sekitar terlihat panik ketika melakukan evakuasi para korban ke rumah sakit Sri Pamela Aek Nabara untuk mendapatkan pertolongan medis.
Data yang dihimpun mayoritas korban yang dilaporkan mengalami luka-luka berasal dari SD Negeri 25 Kecamatan Bilah Hilir. Adapun 6 korban lainya dikatahui yakni :
1. Danis Alhafis, laki laki, (11) pelajar kelas 5 SDN 25 Bilah Hilir, 2. Renungan (12) laki laki, pelajar kelas 6 SDN 25 Bilah Hilir, 3. Dimas, laki laki, (12), pelajar kelas 6 SDN 25 Bilah Hilir, 4. Rizki, laki laki, (12) pelajar kelas 6 SDN 25 Bilah Hilir. 5. Muhammad Alif Alzan, laki laki, (11) pelajar kelas 5 SDN 25 Bilah Hilir. 6.Muhammad Firza, laki laki, (11) pelajar kelas 5 SDN 25 Bilah Hilir, terpaksa dirujuk ke RSUD Rantauprapat.
Belum ada keterangan resmi dari pihak Kwartir Cabang Pramuka Kabupaten Labuhanbatu atas insiden ini. Sementara itu akibat kejadian itu, sejumlah anak yang mengikuti Bumi Perkemahan terpaksa dibubarkan dan dikembalikan kerumahnya masing-masing.(riz)












