LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Diduga kuat anggaran yang bersumber dari Pos pemeliharaan Dana Operasional Sekolah senilai Rp.137 Juta rupiah dikorupsi menyebabkan kondisi sekolah SDN Panai Tengah, Desa Bagan Bilah Kecamatan Panai Tengah, Kabupaten Labuhanbatu mengalami kerusakan.AL, warga sekitar membeberkan.
Sejak lima tahun belakangan kondisi sekolah tersebut sama sekali tidak tampak dilakukan perawatan. Bahkan sejumlah jendela kaca yang pecah dibiarkan begitu saja tanpa ada perbaikan.
Foto : Kondisi SDN 10 Panai Tengah, Jendela yang pecah ditutupi dengan Spanduk.
“Bisa abang lihat itu, jendelanya pecah. Sengaja ditutup spanduk yang terlihat jelas masih spanduk bergambar bapak Asrol Azis Kepala Dinas Pendidikan yang lama,” Ujar sumber ini.
Menurut Sumber, jika spanduk itu sengaja tidak dicopot guna menutupi kerusakan jendela dan fasilitas lainya.Hal yang sama terjadi pada pintu ruang belajar dan perpusatakaan.
“Yang lebih parah lagi bang itu ada keretakan pada dinding bangunan itu berbahaya karena bisa sebabkan gedung roboh,” Ujar sumber lagi
Dari data dan informasi yang diperoleh, Sekolah ini dipimpin oleh Ahmad Zein yang menjabat Kepala Sekolah sejak tahun 2016.
Sementara itu, sejak tahun 2020-2025 diketahui dari data Kemendikbud, sekolah ini menerima dana BOS rata-rata Rp.200 juta lebih pertahun.
Kemudian dari dana Bos tersebut sejak tahun 2020-2025 setidaknya sekolah ini telah mengalokasikan biaya pos pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah senilai Rp.137 juta lebih.

Ahmad Zein sendiri ketika dikonfirmasi terkait babak belurnya sekolah SDN 10 Panai Tengah belum memberikan respon terkait dengan tudingan dugaan korupsi terkait penggunaan Dana BOS Pos anggaran Pemeliharaan tersebut.(Riz)













