Rantauprapat (Nusa Raya EXPOSE)
Ketika Poling atau survey elektoral untuk Prabowo – Gibran demikian tinggi, banyak orang yang tidak mempercayai itu, dan dikatakan sebagai Poling Pendapat yang dibuat-buat. Dampaknya dari Kubu 01 dan 03, terjadi pengabaian, Disinilah sebenarnya letak Permasalahan yang menyebabkan kalahnya Pasangan Calon presiden Nomor 1 dan 3. Yang pada kenyataannya Nilai atau schor itu justru angkanya terlampaui, ketika hari “ H “ Pilpres berlangsung. Pemimpin Redaksi Media Masa ini secara langsung melakukan peninjauan kebeberapa TPS di Rantauprapat Kabupaten Labuhanbatu , memang betul – betul dikagetkan oleh gambaran angka yang muncul dalam Pemilihan Prsiden tersebut, yang Fenomenal diluar nalar sama sekali. Kemenangan nomor 02, kalaulah tidak benar-benar dipantau langsung dilapangan , memang seolah-olah bisa menggambarkan kecurangan kalau saja yang dilihat adalah hasil akhirnya. Namun karena yang dilihat dan dipantau persis merupakan hasil pemilihan langsung di lapangan Yang merupakan, hasil perhitungan yang bisa dikatakan valid dan bersih. Tidak ada alasan, yang bisa dikemukakan dalam melebeli hasil Pemungutan dan Penghitungan Suara itu, curang. Dan tidak pula bisa dipungkiri memang Gibran dan Prabowo Menang Telak dalam pemilihan Pasangan Wapres dan Presiden tahun 2024 ini dalam bentuk kemenangan yang fenomenal.
Kemenangan Gibran dan Prabowo sebagai Capres dan Presiden, berdasarkan penelusurasn Tim Media Masa ini. Berhasil memberi pemahaman kepada para simpatisan Nomor 1 dan 3, bahwasanya kemenangan tersebut bisa dikatakan sebagai kemenangan yang mengejutkan, namun mau of tidak mau terpaksa harus bisa diterima.
Berdasarkan pantauan Media Masa ini, para simpatisan nomor 01 dan 03, sepertinya terpaksa harus menerima kenyataan tersebut. Tidak siapapun bisa disalahkan, karena pada kenyataannya kemenangan Gibran dan Prabowo ini, sudah diisyaratkan selama ini. Hanya saja Kubu 01 dan 03, tidak punya keyakinan atas isyarat-isyarat yang muncul melalui hasil survey kemungkinan perolehan suara Gibran dan Prabowo tersebut. Bahkan distempel dengan istilah hasil survey Hoaks bermunculan, yang menyebabkan terjadinya pengabaian atas isyarat hasil survey 02 itu. Disatu sisi, kejadian perlu dikaji dan dijadikan sebagai hal yang bisa dimanfaatkan potensinya, untuk hal-hal lain. Dan perlu dijadikan suatu acuan, bahwasanya setiap orang tidak boleh mengang gap enteng, setiap informasi yang muncul apalagi dari pihak yang berseberangan, yang selalu diartikan sebagai bentuk hanya sekedar mempengaruhi pikiran pihak lainnya. Dan ini memang suatu Pengalaman yang Berharga bagi siapapun Petarung yang akan bemain dilapangan, dan diatas Ring Politik. Nasi sudah jadi bubur, hanya saja yang diharapkan 01 dn 03, adanya perhitungan sebaran suara dari jumlah 20 % Provinsi di indonesia. Mungkinkah itu ?, KPU sedang mengitung hal tersebut, itu so pasti dihitung namun hasilnya belum bisa diketahui. (Red).











