Rantauprapat (Nisaraya Expose )
Siapapun yang coba mendirikan Benang Basah, pasti akan sia-sia. Apalagi berlindung dibalik Lalang Sebatang, bak kata pepatah Melayu. Itu membahayakan, bagi siapa yang memperaktekannya. Kalangan Pers Yang Punya Pengetahuan dan Pengalaman Bisa Mengendus Sesuatu, Tahu apa yang sedang berlangsung, Perlu diingatkan kepada Kadis PMD Labuhanbau. Hal yang berlangsung tidak bisa diatasi hanya sekedar dengan Cara Dalih, dan Kilah. Kalaupun ada sikap menahan diri, dari kalangan Pers. Hal itu masih bersifat menghargai. Dan sifat menghargai itu, daya tahannya terbatas. Bisa sewaktu-waktu terexpresikan lewat sikap. Yang yang tidak lagi, menoleh kiri dan kanan, apalagi menoleh kebelakang. Itu rentang kata, yang diutarakan Pimpred Tabloid ini. Setelah mengamati apa yang sedang terjadi.
Tidak sedikit masalah yang berkaitan dengan tugas dan jabatan Kepala Dinas PMD itu, yang diduga bermuatan negatif tetap dipantau dalam bentuk kontrol sosial, yang bisa berakibat hukum. Namun cara yang terangkat dari sikap profesional orang yang meng amati, tidak akan grusah-grusuh. Dipantau secara seksama, dan akan menjadi bom Waktu.
Yang trendy saat ini adalah masalah bintek demi bintek, yang khabarnya sudah masuk kedalam tahap buat Gusar para Kepala Desa. nah hal itulah yang memang perlu dipelajari secara seksama, apa yang digusarkan para Kepala Desa itu. Apakah Pembiayaannya, apakah regulasi yang diduga sudah menyimpang, apakah pula ada nuansa pembon cengan dalam kegiatan itu, untuk kepentingan tertentu ?.Kegiatan yang bermasalah, memang bisa disembunyikan Kadis tersebut dari aktifis yang abal-abal, tapi tidak akan luput dari kacama yang profesional.
Beberapa waktu lalu, ada rfekrutmen Kepala Dusun atau kata krennya, perangkat tugas jabatan Kepala Dusun. Seorang Kepala Desa ikut latah bermain, Ms.Kepala Desa Kampung Dalam, walaupun iyanya untuk sementara masih bisa menyelematkan diri dari proses hukum, tapi apakah bisa bertahan untuk jangka panjang. Itu jugalah yang terjadi dalam prosesi rekrutmen Kepala Dusun tersebut. Tersebar lembar jawaban Asli dan yang palsu. Jelas yang asli adalah untuk tujuan menggolkan, calon yang akan di golkan, dan yang palsu untuk mempelsetkan, calon Kadus yang tidak punya akses, untuk memenangkan dirinya sebagai kadus itu. Tkdak sulit mengetahui siapa yang menciptakan lembar jawaban itu. Seseorang, yang patut diyakini punya kases guna mengetahui siapa yang menciptakan lembar jawaban ujian Kadus itu. Karena emosi empat melompatkan kata ” Dia, yang melakukan, istrinya yang membuat lembar jawaban itu dirumahnya …! ” Itu ungkapan emosional, karena calon yang mengumbar kata itu, banyak yang tidak lolos ketika itu. Nah siapa orang yang dimaksud, sebagai pembuat dan penyuplai lembar jawaban benar, dan jawaban abal-abal itu. Ini pasti mencuat kelak, dan orang akan tahu siapa dia. Se Pandai-pandai membungkus Bangkai, baunya tetap akan tercium juga. Waspadalah, waspadalah jangan terlalu banyak menciptakan prilaku yang mengecewakan siapapun.******












