Tokoh Adat Budaya Melayu Kecamatan Bukit Batu Datok Rusdi Ripandi
BENGKALIS, (NusarayaExpose.Com): Dua tokoh adat budaya melayu mengecam aksi pabrik kelapa sawit PT Surya Dumai Agrindo Bengkalis yang membuang limbah berbau busuk sembarangan melewati rumah warga di Dusun Kampung Baru Desa Batang Duku, Kecamatan Bukit Batu, Kabupaten Bengkalis.
Parahnya, seakan tak puas melimbahi warga, perusahaan ini pun tak pernah respon dengan proposal permintaan bantuan warga melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR).
“Masyarakat sekitar yang berada duku selalu mencium aroma busuk dari arah PKS milik PT SDA tersebut karena aliran limbah PKS tersebut dibuang melalui parit yang melewati pemukiman warga,” kata Tokoh Masyarakat Bukit Batu Bengkalis Datok Rusdi Ripandi, Selasa (30/10/2024).
Budayawan Depot Kreasi Anak Melayu (Dekam) yang juga pernah menjabat Ketua Dewan Pengurus Harian Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Kecamatan Bukit Batu ini menuding pihak perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS) milik PT Surya Dumai Agrindo (SDA), tidak pernah memperhatikan lingkungan sekitar.
Menurutnya, aroma limbah yang diduga disebabkan PT SDA tersebut tercium sangat kuat pada malam hari. Menurut pria yang akrab disapa Is Dekam ini, ia selalu menerima keluhan masyarakat sekitar atas hal tersebut, sehingga meminta kepada Pemda Bengkalis segera menindak perusahaan yang nakal tersebut.
“kami meminta kepada pihak Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis turun meninjau lokasi bersama tokoh masyarakat meninjau keadaan di lingkungan sekitar pabrik kelapa sawit tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Penglima Tameng Adat Kecamatan Bukit Batu Datok Muflizar juga mengatakan bahwa keberadaan PKS milik PT SDA tersebut terkesan tidak memberikan multi player effect ekonomi terhadap masyarakat di Kecamatan Bukit Batu ini.
Dikarenakan pekerja yang ada di perusahaan itu didominasi oleh tenaga kerja luar, “padahal sesuai Perda Kabupaten Bengkalis seharusnya tenaga kerja harus dominasi putra daerah,” sebutnya.
Yang lebih parah lagi, proposal – proposal permintaan bantuan masyarakat sekitar tak pernah direspon perusahaan. Padahal, perusahaan memiliki tanggung jawab sosial terhadap lingkungan, berupa CSR.
“Proposal bantuan yang masuk ke mereka kurang ditanggapi dan terkesan diabaikan, sepertinya perusahaan ini hanya mengeruk keuntungan saja disini dan tak berpihak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat daerah,” katanya.
Sehingga keberadaan perusahaan tersebut hanya menimbulkan efek negatif.Terpisah Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bengkalis Agus Susanto, ST, MSi, ketika ditanyai terkait persoalan itu, mengaku pihaknya siap menindak lanjuti laporan masyarakat terkait persoalan lingkungan hidup.
“Baik laporan dikirim langsung atau juga bisa menggunakan WhatsApp, siapapun yang melaporkan akan kami tanggapi,” kata Agus Susanto.
Agus Susanto yang juga merupakan PPNS di DLH itu menyarankan agar masyarakat yang hendak melaporkan persoalan lingkungan hidup hendaknya dilengkapi dokumen pendukung seperti foto dan Video yang akan memudahkan mereka dalam memindaklanjuti laporan masyarakat.
“Jikalau dilengkapi dokumen foto dan video akan lebih mudah lagi arah yang akan dilakukan oleh DLH, intinya kami akan segera turun jika ada laporan,” ujarnya.(Wans)












