BPK Diminta Audit Pemotongan Dana BOK Bagi Tenaga Medis di Labura

LABURA,(NusarayaExpose.Com): Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Provinsi Sumatera Utara diminta segara melakukan audit penyaluran dan Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) di Kabupaten Labura.

Hal itu, guna menyikapi keresahan puluhan tenaga medis di lingkungan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Kabupaten Labuhanbatu Utara yang mengaku dana BOK yang diterima mereka telah disunat.

“BPK harus segera melakukan pemeriksaan dan audit terhadap penyaluran dana BOK ini, sudah bukan rahasia umum dana yang diterima para petugas Medis tidak sesuai dengan yang mereka tandatangani,” Kata Faisal F Pane, aktivis Pengembangan Transformasi Sosial (PETRAS) menanggapi keresahan para tenaga medis terkait pemotongan dana BOK di Kabupaten Labuhanbatu Utara.

Menurut Faisal, audit bisa dilakukan dengan memeriksa data-data Perbankan rekening penampungan para tenaga medis penerima Dana BOK. Dia pun menegaskan akan bersurat kepada BPK agar dapat mebelusuri persoalab itu.

Diberitakan sebelumnya, Bantuan Operasional Kesehatan bagi Puluhan Bidan yang berada dibawah Puskesmas di Kabupaten Labuhanbatu Utara diduga dipotong dan hanya menerima sebesar Rp. 65 ribu yang ditransfer ke rekening masing-masing, para Bidan Desa.

Para Bidan dan Perawat Desa terkejut Dana Operasional Kesehatan yang seyogyanya diperuntukan bagi tindakan penyuluhan dan pencegahan penyakit terhadap masyarakat sebesar Rp. 750 ribu kini hanya ditransfer sejumlah Rp. 65 ribu saja.

“Kami terkejut bang, tiba-tiba pas cek ATM hanya senilai Rp.65 ribu saja, harusnya Rp.750 ribu per pencairan,” ujar salah satu Bidan Desa di Kabupaten Labuhanbatu Utara tersebut.

Dijelaskan Bidan ini, dugaan pemotongan itu terjadi sekitar hari Selasa tanggal 4 Nopember 2025. Awalnya kata Bidan Desa ini, dia mengira terjadinya keselahan transfer dan dia lantas mempertanyakan kepada rekan-rekanya di Kecamatan lainya. “Pas kutanya sama kawan-kawan Bidan lainya sama saja, mereka juga menerima Rp.65 ribu,” Ujar sumber ini.

Pemotongan terhadap dana BOK yang terjadi terhadap para Bidan Desa di Labuhanbatu Utara ternyata bukan kali ini mereka alami. Diceritakan sumber lainya, Bahwa beberapa waktu lalu hal itu juga terjadi.

Dimana, mereka menerima dana BOK Rp. 750 ribu yang masuk ke rekening ATM Bank, namun kemudian beberapa waktu kemudian kembali mendapat telepon oleh Koordinator Bidan untuk menyerahkan uang tersebut sebesar Rp.350 ribu.

Kemudian beberapa hari kemudian kembali diminta menyerahkan lagi Rp. 250 ribu. “Jadi yang kami terima waktu itu cuma sebesar Rp. 150 ribu lah bang untuk operasional kami,” Ucap Bidan ini dengan Nada sedih.

NusarayaExpose.Com berhasil melakulan konfirmasi terhadap salah satu Kepala Puskesmas Aek Kota Batu Kabupaten Labuhanbatu Utara, dr Zulham Aliwardhana Ritonga, Kepala Puskesmas ini pun kemudian dengan tegas membantah adanya pemotongan dana BOK tersebut.

Menurutnya, jika benar adanya pemotongan terhadap dana BOK yang diberikan kepada para Bidan pastinya dia sudah mendapat perlawanan dari para Bidan.

“Tidak benar itu bang adanya pemotongan dana BOK, boleh abang cek, kalau ada pemotongan pastinya bidan-bidan akan ribut dan komplain kepada kami, sekarang kan jaman terbuka gak bisa ditutup tutupi lagi informasi,” Ujar Zulham yang ditemui di Puskesmas Aek Kota Batu, Kamis (6/11/2025).

NusarayaExpose.Com juga berupaya melakukan konfirmasi terhadap pejabat Puskesmas di Kampung Pajak, drg Ida Krisni salah satu dokter Puskesmas Kampung Pajak ketika dikonfirmasi menyatakan dirinya tidak membidangi dana BOK. “Mohon maaf Pak, saya tidak membidangi BOK dan urunannya. silahkan Bapak konfirmasi ke pimpinan tertinggi kami,” Ucapnya.

NusarayaExpose.Com berupaya melakukan konfirmasi terhadap Kepala Puskesmas Kampung Pajak dr Andriyani Lim, permohonan konfirmasi yang dilayangkan melalui WhatsApp belum mendapatkan tanggapan.

Hal yang sama juga coba wartawan lakukan untuk melakukan verifikasi keebenaran informasi pemotongan dana BOK tersebut kepada ERD salah satu Koordinator Bidan di Labura yang dihubungi melalui pesan WhatsApp belum memberikan respon.

Sementara itu Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Labuhanbatu Utara, Hj. Jannah SKM MM yang coba dikonfirmasi terkait dugaan pemotongan tersebut belum berhasil ditemui.(Red/OH/Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *