Foto : Ketua KORPRI Labuhanbatu memotong tumpeng pada acara HUT KORPRI Labuhanbatu yang ke-53, (Foto:Istimewa)
RANTAUPRAPAT,(NusarayaExpose.Com): Sejumlah Aparatur Sipil Negara di bawah naungan KORPRI Labuhanbatu menilai soal manajemen keuangan dan transparansi keuangan perkumpulan wirid Yasin jauh lebih baik pengelolaan keuanganya dari pengurus KORPRI Labuhanbatu saat ini.
“Biar tau aja lebih baik wirid Yasin lah kelola uang, dibanding KORPRI, Wirid Yasin lebih transparan, setiap Minggu pertemuan, arus Kas STM, neraca uang keluar dan masuk pasti diumumkan,” kata salah seorang ASN diamini ASN lainya, sembari meminta nama mereka semua disembunyikan, Kamis (12/12/2024).
Tanggapan itu disampaikan Para ASN ini usai mendapat informasi dari rekan-rekan Media yang melakukan wawancara terhadap Sekretaris KORPRI Labuhanbatu Sapri Siregar yang menyebutkan jika laporan Keuangan KORPRI tidak untuk Konsumsi Publik, sedangkan jika ada Anggota KORPRI yang ingin melihat laporan dapat datang langsung ke Sekretariat KORPRI Labuhanbatu.
Para ASN ini pun menantang KORPRI Labuhanbatu untuk membuat laporan neraca keuangan dalam setiap bulan yang dibagikan kepada seluruh bendahara organisasi perangkat daerah.
“Buat Neracanya kalau berani, jangan suruh-suruh ASN yang ingin tau datang ke Sekretariat KORPRI. di Forum Rapat Internal sudah pernah itu kami pertanyakan, tidak juga dijawab pengurus,” kata mereka.
Menurut para Pegawai ini, alasan Sekretaris KORPRI yang menyarankan agar anggota yang ingin mengetahui Pengelolaan uang KORPRI dapat mendatangi Sekretariat KORPRI dinilai hanya omong kosong dan akal-akalan.
“itu kan pasti alasan sengaja mereka ingin tahu siapa orangnya yang kritis terhadap dana KORPRI habis itu biar bisa ditekan-tekan mereka yang bocorkan dan di intervensi biar jangan ribut, udah tau lah akal-akalannya,” kata pegawai ini lagi.
Para ASN ini juga beralasan bukan mereka berpandangan buruk dengan pengurus KORPRI Labuhanbatu saat ini, tapi yang disesalkan para ASN adalah seharusnya KORPRI Labuhanbatu sebagai abdi negara yang terlibat pengelolaan keuangan Negara, memberikan contoh kepada masyarakat terkait transparansi dalam pengelolaan keuangan ditubuh KORPRI.
“Mereka para pengurus KORPRI ini semuanya orang-orang hebat loh, punya pengalaman dalam pengelolaan uang negara, Koq mengelola uang KORPRI Bobrok. atau memang cerminan kinerjanya juga seperti itu,” kata para ASN ini kompak.
Menanggapi pemberitaan sebelumnya, Sekretaris KORPRI Labuhanbatu kembali memberikan jawaban. Menurut Sapri, iuran terbesar KORPRI Labuhanbatu adalah iuran STM (iuran Sosial KORPRI-red).
“Sebagaimana dijelaskan sebelumnya, yang paling besar iurannya adalah untuk Serikat Tolong Menolong (STM). Besaran iuran STM untuk Golongan I Rp. 1.000 Golongan II Rp. 2.000 Golongan III 4.000 dan Golongan Rp. 5.000. Ini kesepakatan Tgl 11 Pebruari 2023 pada rapat kerja pengurus Korpri Labuhanbatu,” katanya.
Iuran STM kata dia, peruntukannya diberikan kepada PNS yang pensiun maupun PNS yang meninggal dunia. “Besarannya kita berikan Rp.15 juta per orang. Apabila pada satu bulan ada PNS yang pensiun 20 org. Maka Gol II yg dipotong gajinya 20x Rp.2.000. = Rp. 40.000,” jawabnya.
Selain iuran STM, terdapat iuran wajib yang besaranya disesuaikan juga dengan pangkat dan golongan, Sapri membantah jika anggota KORPRI Labuhanbatu mencapai 6000 orang.
“Perlu di informasikan bahwa data anggota KORPRI Labuhanbatu tidak termasuk P3K kurang lebih 4.200 org bukan 6000 orang,” jawabnya.
Lebih lanjut dijelaskanya, iuran KORPRI dipungut dan disetor oleh Bendahara OPD ke rekening STM yang ada di Bank Sumut.
“Setiap tanggal 17 atau hari besar nasional kita tetap membagikan STM tersebut. Sebagai contoh HUT KORPRI semalam kita membagikan 43 orang pensiun ditambah 1 org meninggal dunia x Rp. 15.000.000 = Rp. 660.000.000,” katanya.
Sedangkan sisa iuran etap berada di rekening STM KORPRI yang ada di Bank Sumut. Dia juga menyebutkan pada tahun 2024 pihaknya telah menyalurkan STM kepada 265 anggota masing-masing Rp.15 juta yang totalnya mencapai Rp.3.975.000.000.
“Untuk iuran wajib kita pergunakan sesuai keperluan sisanya tetap di rekening Korpri yang ada di bank sumut. Terimakasih untuk koreksi kawan-kawan dari pers untuk kemajuan Korpri Labuhanbatu,” jawabnya.
Sebelumnya, Kalangan Masyarakat Labuhanbatu mendesak agar pihak Kejaksaan Negeri Labuhanbatu segera mengusut pengelolaan iuran dana KORPRI Labuhanbatu Tahun 2022-2024.
Desakan itu menyusul adanya pemberitaan soal keluhan para ASN terkait ketidaktransparanan dalam pengelolaan dana KORPRI Labuhanbatu.
“Kami mendesak Kejaksaan untuk mengusut dana KORPRI Labuhanbatu, kalau sudah ada keresahan dari kalangan ASN pastinya ada sesuatu hal, kalau tidak ada api tidak mungkin ada asap,” kata Paisal F Pane aktivis LSM P2NAPAS, Rabu (11/12/2024).
Menurut Paisal, beberapa waktu belakangan ini, fenomena adanya dugaan penyelewengan dana KORPRI marak terjadi di sejumlah daerah, dan mayoritasnya Kejaksaan daerah masing-masing bergerak cepat dalam penyelidikan kasus dana iuran KORPRI tersebut.
Dia meminta agar Kejaksaan Negeri Labuhanbatu turut pro-aktiv menindak lanjuti isu tersebut. Sebab, kata dia, penyelidikan dana KORPRI tidaklah sulit, nilai iuran yang dipungut dari gaji ASN diatur dalam peraturan Bupati/Walikota masing-masing daerah.
“Tinggal Kejaksaan minta Peraturan Bupatinya dan jumlah Pegawai sesuai kategori nilai Iuran ke Badan Kepegawaianya, dan kemudian sesuaikan dengan dokumen pengeluaran,” ujarnya.
Apalagi kata dia, sesama Aparatur Sipil Negara Kejaksaan haruslah peka dengan keluhan para ASN di Labuhanbatu.”tunjukan solidaritas sebagai ASN meski beda instansi,” tandasnya.(Riz/Mhr)












