Kades Labuhanbatu Terlompat Ngoceh  “ Masalah Bintek  Saja Kami Pening Belum Lagi Beban Lainnya “ Beban Apa Saja ?

Rantauprapat (Nusaraya Expose.Com)

          Beberapa Kepala Desa di Kabupaten Labuhanbatu, yang sempat diajak ngobrol oleh Media Masa ini. Sempat terlontar ocehan mereka.

          Ocehan itu, punya arti. Dan tidak bisa diabaikan begitu saja, karena ini menyangkut ketenangan jiwa pelaksana tugas kepemimpinan desa itu, dan menyangkut pula pada Keuangan Negara yang mereka kelola, dan artinya ocehan para Kepala Desa itu tidak bisa diabaikan begitu saja.  Itu titik awal, ketika mereka mengungkap masalah yang mengganjal, dan bisa diperluas sampai apa yang dikeluhkan mereka bisa terungkap.Adakah Permasalahan besar, yang dihadapi para Kades itu menyangkut Finansial ?. Pertanuyaan itu harus muncul ketika mendengar celoteh para Kades.

          “ Masalah Bintek ke Bintek saja kami sudah dibuat Pening, apalagi beban ini dan itu, wah sulitlah sudah kami merasakannya “ Menarik untuk diungkap kepermukaan, karena untuk Labuhanbatu saja Jumlah Milyar rupiahnya sangat besar, yang dipertaruhkan kepada para Kades. Omong kosong, kalau tidak ada pihak yang tergiur dapat bagian atas jumlah itu sebahagiannya, diluar peruntukan yang syah dan resmi. Tentu saja orang yang bisa mengikutkan selera, atas tergiur uang itu. Yang mungkin adalah  orang yang punya Akses Kekuasaan untuk para Kades tersebut.

         Bintek, adalah akifitas yang bagi Kepala Desa jadi beban. Nah perlu dikaji hal-hal yang berkaitan  dengan Bintek itu. Pertama apakah benar-benar dananya, diambil dari Dana Desa setiap Desa yang ikut berbagai Bintek tersebut. Kedua mengapa Bintek demi bintek harus dilaksanakan diluar Kota yang ada di Labuhanbatu, tentu saja ada hal-hal tentu yang menjadi penyebabnya. Ketika kehadiran Lembaga yang menyelenggarakan Bintek tersebut, apakah berdasarkan koneksitas atau tidak. Tentu saja para Kepala Desa tersebut, lebih tahu hal itu.

         Mengikuti perkembangan yang ada, tentang Penyelenggaraan Program yang Dibiayai Dana Desa dan ADD di Labuhanbatu. Tidak hanya sekedar meloloh alasan klise, pihak yang mengendalikan Kepala Desa tersebut, dengan ucapan “ Ah…kami inikan capek-capek saja uangnya bukan sama kami “ Nah ini yang sering terdengar. Padahal tidak sulit mengindikasikan hal-hal yang berlangsung. Misalnya dengan memperhatikan system yang sepertinya mau tidak mau harus memberi peluang terhadap para Kades. Walaupun ada kesenjangan program yang terjadi, atas biaya negara tersebut. Dan sangat perlu ditelusuri, dengan dasar pemikiran “ Hanya Mulut Botol yang bisa disumbat, hal-hal yang disembunyikan pasti bisa dikuak ? tergantung kepiawaian, pihak yang harus menguak dan mengungkap mistri tersebut.****

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *