PANGKATAN,(NusarayaExpose.Com): Sekitar puluhan mahasiswa dan masyarakat melakukan aksi demontrasi di depan halaman kantor Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, Senin (22/09/2025).
Dalam aksi demonstrasi tersebut, Mahasiswa yang di oratori oleh Amos Sihombing menyampaikan sejumlah tuntutan termasuk meminta transparansi penggunaan anggaran dana Desa.

Mahasiswa melakukan aksi demonstrasi di Kantor Desa Sennah, Kecamatan Pangkatan, (Foto: M Manik)
Namun, tidak hanya kalangan Mahasiswa yang tampak memadati halaman kantor Desa Sennah.
Sekitar 250 orang warga masyarakat Desa Sennah kontra demonstrasi turut turun untuk memberikan dukungan atas kinerja Horas Lumbangaol yang menjabat Kepala Desa Sennah.
Dengan bekal spanduk dan poster warga menolak adanya aksi demonstrasi tersebut sebab berdampak kepada pelayanan publik di kantor Desa ini.

Massa Kontra Demonstrasi membentangkan spanduk tolak aksi di halaman Kantor Desa Sennah (Foto : M Manik)
Pantauan wartawan NusarayaExpose.Com, sejumlah tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat kemudian dijawab oleh Kepala Desa Sennah Horas Lumbangaol.
Namun, persoalan itu kata Horas tidak dijawab satu persatu dan menyarankan agar mahasiswa mempertanyakan persoalan yang belum dijelaskanya ke pihak Inspektorat Labuhanbatu.
Sementara itu, Ketua Badan Permusyawaratan (BPD) Desa Sennah H Napitupulu hadir turut menjawab tuntutan Mahasiswa dan Masyarakat, menurut Napitupulu bahwa selaku BPD, pihaknya bertugas mengawasi jalanya roda pemerintahan di Desa tersebut.
“Tugas kami sebagai DPD adalah mengawasi semua kinerja kepala Desa Sennah, jadi apa bila tidak sesuai dengan aturan kami tetap mengkoreksi dan memperbaiki kinerja kepala Desa Sennah ini,” ujar Napitupulu.
Sementara itu, H Muhammad Mualim Yunus, salah satu tokoh masyarakat dan tokoh agama Desa Sennah, mencurigai adanya motor yang menjadi penggerak demonstrasi yang dilakukan oleh Mahasiswa dan masyarakat, menurut Mualim motor penggerak tersebut diduga menaruh sakit hati terhadap Horas Lumbangaol.
“Kalau tak ada unsur benci mereka kan bisa melayangkan surat ke pihak berwajib apa bila ada temuan yg kurang baik, jadi tidak harus Demo seperti ini, seolah olah Desa ini tidak baik,” jelasnya.

Pertemuan Musawarah Masyarakat Desa Sennah (Foto : M Manik)
Terpisah, usai aksi demontrasi yang berlangsung damai tersebut, Kepala Desa Sennah Horas Lumbangaol dan Sekretaris Desa Fauzi SE menjelaskan jika aksi demontrasi tersebut merupakan hal lumrah dalam negara berdemokrasi.
Menurut Horas dan Fauzi, bahwa Pemerintah Desa Sennah berupaya terus berbenah dalam aspek pengelolaan anggaran Dana Desa untuk pencegahan tindak pidana korupsi.
Dijelaskan Horas, lebih lanjut bahwa sebgai bentuk komitmen pencegahan korupsi tersebut Desa Sennah ikut dalam penilaian Desa Anti Korupsi dan termasuk dalam 12 peserta Desa Anti Korupsi di seluruh Provinsi Sumatera Utara yang diselenggarakan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia.
“Dan dari 12 Desa yang ikut penilaian, Desa Sennah dapat urutan ke empat dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi, diseluruh Sumatera Utara,” jelas Horas.
Selain dalam hal pencegahan tindak pidana korupsi, dalam hal transparansi anggaran, Desa Sennah juga mendapatkan hal yang sama.
Dimana, Desa Sennah mendapat peringkat 8 dalam hal transparansi keuangan Drsa dari total lebih kurang 5000 Desa se Sumatera Utara yang ditetapkan oleh Komisi Informasi Publik Porvinsi Sumatera Utara.
“Jadi kita berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas dan fungsi secara baik, sesuai undang-undang yang berlaku,” ujar Horas diamini Sekdes Fauzi.
Dalam aksi demontrasi tersebut sejumlah petugas Polsek Bilah Hilir dan personel Koramil 09 Bilah Hilir turut hadir mengamankan jalannya aksi damai tersebut.(M Manik)












