LABURA, (NusarayaExpose.Com): Seorang gadis remaja bernama Ade Oktari Syahfitri (18) diculik dan dianiaya diduga akibat hutang setoran transaksi Narkoba sang Abang kandung senilai Rp.400 juta.
Remaja itu diculik dari kediamanya di Jalan Pandawa, Lingkungan IV Wonosari, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Minggu (17/11) lalu.
Saat kejadian, korban tengah sendirian dirumah. Kala itu, sejumlah orang datang dan langsung masuk ke rumah tersebut menanyakan keberadaan abang kandung korban.
Saat ditanyakan apakah korban adalah salah satu anggota keluarga yang dicari para pelaku, korban lantas mengiyakanya yang kemudian langsung ditarik dan dimasukan kedalam Mobil.
“Jadi, anak ini tiba-tiba didatangi sama satu mobil dan satu sepeda motor, orangnya langsung masuk ke dalam rumah karena pada saat itu cuman anak itu sendiri di rumah. Jadi, langsung ditarik dipaksa masuk ke dalam mobil,” kata Kapolres Labuhanbatu AKBP Benhard L Malau.
Saat diperjalanan korban sempat dianiaya dan diancam dengan senjata api. Peristiwa itu kemudian dilaporkan pihak keluarga ke Polsek Kualuh Hulu. Pihak kepolisian yang menerima laporan itu lalu mencari keberadaan korban dan menemukannya di Provinsi Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (20/11).
Saat proses penculikan itu, kata Benhard para pelaku juga menodongkan senjata api ke korban. Selain itu, para pelaku meminta uang tebusan sebanyak Rp 400 juta. “Ya (ditodong), sementara kita duga senpi, sempat dibawa ke Riau dulu. Kemudian, kita lakukan pengejaran sampai kita kita temukan korban di Sumbar. Dimintai tebusan Rp 400 juta,” jelasnya.
Polisi kemudian membekuk para tersangka penculik tersebut disalah satu penginapan yang berada di Kecamatan Padang Galugur, Kabupaten Pasaman. Ketiga pelaku yakni Raja Inal Siregar, Purba Tua Siregar dan Selvi Tenti Siregar ketiganya adalah satu keluarga.
Sementara itu seorang orang aktor intelektual lainya sedang diburu petugas. aktor intelektual ini yang diduga mempunyai permasalahan piutang setora transaksi narkoba dengan abang korban.
Kapolres menyebut menyebut motif penculikan itu diduga berkaitan dengan narkoba. Dia mengatakan ada keluarga korban yang terlibat dalam sindikat narkoba.
Lalu, ada permasalahan antara keluarga korban dengan para pelaku hingga berujung pada penculikan.Saat ini korban telah kembali berkumpul bersama keluarganya dan kondisi kesehatan dan mental korban mulai membaik.
“Ini masih terus kita dalami ya, tapi kalau kita lihat di video, ancaman-ancaman itu ada. Terus pengakuan korban juga ada beberapa kali dianiaya, rambutnya ditarik,” sebutnya.
Dari para pelaku Polisi menyita sepucuk senjata api berjenia FN, pistol Air Gun dan satu unit mobil mini bus.(riz)











