LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Elemen Mahasiswa Labuhanbatu menolak rencana pemugaran tugu pasar Aek Nabara yang dibiayai oleh dana Community Sosial Respobsibility (CSR) Bank Sumut Cabang Rantauprapat yang direncanakan tahun ini.
Penolakan itu disampaikan Mahasiwa yang tergabung di dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa Labuhanbatu Raya (FSM-LBR) saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, Kamis pagi (09/01/2025).
Melalui Koordinator Aksi Maghrib Alsyabri Harahap yang menjadi orator, Mahasiswa mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup membatalkan rencana pemugaran aset DLH berupa Tugu yang berada di Pasar Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu.
“Kami mendesak agar pemugaran tugu pasar Aek Nabara dibatalkan, karena menggunakan dana CSR Bank Sumut, bahwa penggunaan dana CSR harus bermanfaat, masih banyak Mahasiwa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dari dana CSR bukan digunakan untuk perbaikan tugu yang mubazir,” Kata Maghrib Alsyabri orator aksi.
Dihubungi usai aksi, Maghrib, menyebutkan pada tahun 2024, Bank Sumut mengeluarkan dana CSR yang akan digunakan di awal tahun 2025.
Namun, yang menjadi sorotan mereka, ditengah lesunya ekonomi masyarakat pemanfaatan dana CSR tersebut ternyata tidak tepat sasaran dimana dana tersebut akan digunakan membangun Tugu pasar Aek Nabara di Kecamatan Bilah Hulu yang merupakan aset dari Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu.
“Ini namanya Mubazir, mengapa tidak dialihkan dananya untuk bantuan kepada pedagang, bantuan pendidikan, bantuan bedah rumah warga miskin dan masih banyak bantuan lagi yang bermanfaat dan menyentuh langsung kepada masyarakat,” kata aktivis FSM-LBR ini.
Maghrib menduga, jika ada tujuan tertentu dalam digelontorkannya dana CSR Bank Sumut untuk rehab atau pemugaran tugu pasar Aek Nabara ini.
Sebab, tentunya, jika dana CSR nya diberikan langsung kepada masyarakat maka tidak akan ada pihak-pihak yang menerima keuntungan, “karena yang menerima masyarakat secara langsung,” Ujarnya.
Namun, jika dana CSR tersebut dijadikan paket proyek pemugaran pastinya ada perusahaan ataupun rekanan yang diuntungkan.
“kami curiga jika memang ada pesanan kepada Bank Sumut agar CSR nya dijadikan proyek, sebab, dalam beberapa tahun belakangan, CSR dari Bank Sumut dijadikan proyek rehab yang tidak bermanfaat langsung kepada masyarakat,” katanya.(riz)












