Bengkulu Utara, (NusarayaExpose.Com): Kabar membanggakan datang dari dunia penyuluhan agama di Kabupaten Bengkulu Utara.
Salah satu putri terbaik daerah, Ida Fitriana, SAg, MH, terpilih sebagai nomine tingkat nasional dalam ajang Penyuluh Agama Islam Award Tahun 2025.
Pengumuman resmi ini dikeluarkan oleh Direktur Penerangan Agama Islam Ditjen Bimas Islam Kementerian Agama RI pada 11 Juni 2025, melalui surat bernomor B.490/DT.III.III/HM.01/06/2025.
Tahun ini, penghargaan tersebut dibagi ke dalam 9 kategori, salah satunya adalah Penguatan Moderasi Beragama, di mana Ida Fitriana menjadi wakil Provinsi Bengkulu.
Perjalanan Panjang Sang Penyuluh Ida Fitriana bukan sosok baru dalam dunia dakwah dan penyuluhan. Perempuan yang akrab disapa Ustadzah Ida ini sudah aktif dalam berbagai kegiatan keislaman sejak usia muda.
Ia memulai pendidikannya di SDN 04 Gunung Meraksa Lama, Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang, Sumatera Selatan.
Sejak lulus SD, ia melanjutkan pendidikan ke Pondok Pesantren Walisongo Ngabar, Jawa Timur, hingga lulus Madrasah Aliyah. Semangat belajarnya membawanya kuliah di Institut Agama Islam Riyadlothul Mujahidin Ponorogo, dan lulus sebagai Sarjana Agama (S.Ag.) pada tahun 2000.
Setelah menyelesaikan pendidikan, Ida memilih jalur pengabdian. Ia diterima sebagai Penyuluh Agama Islam PNS di Kantor Kementerian Agama Bengkulu Utara sejak tahun 2003.
Tak berhenti di situ, ia juga menuntaskan pendidikan Magister Hukum Islam (M.H.) di IAIN Bengkulu pada tahun 2016.Karya Unggulan: DIET untuk Moderasi Beragama Berkat pengalamannya di masyarakat dan wawasan keagamaannya yang mendalam, Ida Fitriana menulis karya ilmiah yang mengesankan.
Karya berjudul: “Penguatan Moderasi Beragama di Desa Rama Agung dengan Metode DIET (Detect, Intimate, Education, Trust) “menjadi salah satu yang menarik perhatian tim juri nasional.
Metode DIET yang diusungnya menekankan pentingnya mengenali potensi konflik, membangun kedekatan emosional, memberikan edukasi yang tepat, serta membangun kepercayaan antar warga masyarakat.
Pendekatan ini terbukti efektif menciptakan suasana keberagamaan yang damai di lingkungan desa.Kini, Ida Fitriana tengah menanti hasil penilaian nasional.
Apa pun hasilnya nanti, kehadirannya di ajang ini sudah menjadi kebanggaan bagi Bengkulu Utara. Semangatnya dalam membangun kehidupan beragama yang moderat, toleran, dan harmonis patut menjadi inspirasi bagi generasi muda dan para penyuluh agama lainnya di seluruh Indonesia.(Olo)












