LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Parah benar, meski bukan merupakan bagian Tim Pelaksana Swakelola Pembangunan Gedung SMKN 1 Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu.
Istri dari Kepala Sekolah SMKN 1 Panai Hulu, Samuel S, yang berinisial JP disebut-sebut kerap ikut-ikutan dalam pelaksanaan belanja material proyek swakelola pembangunan gedung SMKN 1 Panai Hulu yang menelan anggaran senilai Rp. 4 Milyar.
JP disebut-sebut kerap meminta dikeluarkan uang kepada Bendahara Pelaksana Kegiatan Swakelola untuk belanja material di panglong.
“Setahu kami Ibu JP ikut belanja, itu infonya benar,” Ujar sumber yang minta namanya dirahasiakan kepada NusarayaExpose.Com, Minggu, (5/1/2025).
Diceritakan sejumlah sumber, atas persetujuan Kepala SMKN 1 Panai Hulu, istrinya JP meminta agar Bendahara mengeluarkan uang yang kemudian dibelanjakan JP untuk membeli material keperluan proyek.
Ironisnya material yang dibelanjakan JP beberapanya tidak sesuai dengan spesifikasi teknis yang dipersyaratkan, seusai dokumen RAB.
Samuel S sendiri ketika diwawancarai NusarayaExpose.Com membantah jika istrinya terlibat dalam belanja material tersebut, “tidak benar (istri Kasek SMKN 1 terlibat belanja material),” Kata Samuel S menanggapi pertanyaan konfirmasi wartawan.
Kompak dengan sang Kepala Sekolah, Hermawan selaku Bendaharawan Kegiatan juga turut membantah hal tersebut, “manalah mungkin itu pak, (istri Kasek ikut balanja,” Jawab Hermawan.
Ironisnya meski membantah namun pihak SMKN 1 Panai Hulu, disebut-sebut tengah uring-uringan mencari-cari pihak yang membocorkan persoalan ini kepada wartawan.
Meski begitu identitas narasumber tidak akan diuangkap karena melindungi identitas narasumber merupakan salah satu tugas Pers sesuai kode etik Jurnalistik.

Diberitakan sebelumnya, Proyek Rehabilitasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Panai Hulu bernilai total lebih kurang Rp. 4 Milyaran diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Proyek swakelola yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus di SMK ini dipecah menjadi 9 paket pekerjaan.
Diduga dari mayoritas 9 pekerjaan teraebut banyak item pekerjaan yang sengaja dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi, yang disinyalir dilakukan demi keuntungan pihak pelaksana pekerjaan.
“Tak sesuai spesifikasi itu bangunannya pak, materialnya tidak sesuai spesifikasi di RAB,” ujar sumber NusarayaExpose.Com yang menolak disebut namanya, sembari memperlihatkan gambar desain dan Rencana Anggaran Biaya, Senin (30/12/2024).
Diceritakan sumber ini, salah satu contoh item pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis yakni adalah perbandingan campuran semen.
Sebelumnya Kasek SMK N 1 Panai Hulu Samuel S juga turut membantah informasi tersebut. Menurut Samuel, jika campuran perbandingan adukan semen sudah sesuai persyaratan teknis, begitu pula jenis Semen yang dibeli mereka merupakan standart yang dipersyaratkan fasilitator yakni jenis Portland Cemen 50 Kg.
Jawaban Samuel ini sangat kontras ketika wartawan menemukan tumpukan cemen merek Merah Putih berat 40 Kg, semen jakarta dan semen Rajawali yang menumpuk di area pelataran bangunan sekolah.
Untuk diketahui jenis semen portland yang beredar di pasaran Indonesia khususnya di Sumatera Utara sangat beragam dengan berbagai jenis tingkat kekerasan dan daya rekat serta durasi waktu kecepatan kering.
Sehingga dalam proyek pemerintah khususnya di Labuhanbatu umumnya fasilitator ataupun konsultan akan merekomendasikan jenis semen tertentu guna menyesuaikan dengan kondisi iklim dan kondisi geografi di wilayah Labuhanbatu.
Hermawan sendiri selaku Bendahara turut menyampaikan jika pelaksanaan kegiatan proyek swakelola yang dilakukan pihaknya sudah sesuai arahan dari Fasilitator.
Adanya semen Rajawali, semen Merah Putih dan Semen Jakarta akibat ketersediaan semen Padang dan Tiga Roda stoknya kosong di Toko Bangunan.”Selain yang tiga itu sudah kita konsultasikan ke Fasilitator pak,” tambah Hermawan.(MManik)












