LABUHANBATU,(NusarayaExpose.Com): Proyek Rehabilitasi Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Panai Hulu bernilai total lebih kurang Rp. 4 Milyaran diduga tidak sesuai spesifikasi teknis.
Proyek swakelola yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus di SMK ini dipecah menjadi 9 paket pekerjaan.
Diduga dari mayoritas 9 pekerjaan teraebut banyak item pekerjaan yang sengaja dilaksanakan tidak sesuai spesifikasi yang disinyalir dilakukan demi keuntungan pihak pelaksana pekerjaan.
“Tak sesuai spesifikasi itu bangunannya pak, materialnya tidak sesuai spesifikasi di RAB,” ujar sumber NusarayaExpose.Com yang menolak disebut namanya, sembari memperlihatkan gambar desain dan Rencana Anggaran Biaya, Senin (30/12/2024).
Diceritakan sumber ini, salah satu contoh item pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis yakni adalah perbandingan campuran semen dan pasir.
Dimana, di dalam spesifikasi adukan pasir urug menggunakan ukuran kubikasi meter namun kenyataanya adukan semen yang digunakan pekerja menggunakan metode perbandingan kereta sorong (Angkong) dengan 1 zak semen.
Ironisnya kata sumber ini, bahwa perbandingan pencampuran semen dengan kereta sorong itu tidak dibenarkan secara teknis.
“Kalau satu angkong pasir urug itu sudah 2 sampai 3 kubik pasir, sedangkan pekerja rata-rata mencampur adukan pasir dengan perbandingan 1 zak semen dicampur dengan 3 angkong pasir,” beber sumber.
Ironisnya semen yang digunakan juga tidak memenuhi standar, sebab yang dipersyaratkan semen yang digunakan merupakan standart Portland Cement seperti semen Padang dan sejenisnya dengan ukuran 50 Kg.
“Kenyataanya yang dibeli itu semen merah putih dengan ukuran 40 Kg, itu sudah menyalahi,” ungkap sumber lagi.
Akibatnya, kata sumber ini, daya tahan bangunan gedung sangat diragukan dan pihak sekolah sebagai pelaksana kegiatan swakelola diduga telah menyebabkan kerugian negara.
Dari pantauan NusarayaExpose.Com, tampak sejumlah pekerja terlihat menggunkan kereta sorong Angkong dalam pengukuran perbandingan adukan semen, selain itu sejumlah semen bermerek Merah Putih tampak menumpuk di areal bangunan.
Kepala Sekolah SMK N 1 Panai Hulu Samuel S yang juga pelaksana kegiatan swakelola ketika hendak diwawancarai terkait persoalan tidak sesuainya pelaksanaan pekerjaan pembangunan sekolah dengan spesifikasi teknis seperti yang dipaparkan ketika pelaksanaan pelatihan teknis dan adminsitrasi Pelaksanaan Proyek Swakelola DAK SMA/SMK belum memberikan respon terkait permintaan konformasi wartawan.(MManik)












