Pekerja Anak Dibawah Umur yang dipekerjakan sebagai buruh Panen di Perusahaan Perkebunan Kelapa Sawit PT Merbau Jaya Indah Raya, Kebun Aek Korsik.(Foto: Rizki W Siregar)
LABURA, (NusarayaExpose.Com): Miris, ditengah gencarnya program Asta Cita aksi100 hari Presiden Prabowo Subianto, untuk mewujudkan sektor usaha yang berkelanjutan. Masih ada saja perusahaan nakal yang mempekerjakan anak dibawah umur.
Meski sudah dilarang keras oleh negara dan bakal dapat sanksi pidana, tetap saja perusahaan membandel tidak tunduk aturan. Kejadian itu terjadi di Perkebunan Kelapa Sawit PT Merbau Jaya Indah Raya, Kebun Aek Korsik, Kecamatan Aek Kuo, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumatera Utara.
“Kalau disini memang ada beberapa anak remaja yang dipekerjakan membantu panen,” kata salah seorang pekerja Kebun PT Merbau Jaya Indah Raya, Aek Korsik, kepada NusarayaExpose.Com yang minta namanya tidak ditulis.
Sejumlah anak ternyata dipekerjakan untuk menjadi tenaga pemanen. Ironisnya para anak ini dipekerjakan sejak pagi hingga sore hari bahkan hingga malam tanpa pengecualian seperti layaknya pekerja dewasa pada umumnya.
Bahkan diduga exploitasi pekerja anak ini malah menjurus mirip sistem praktek ‘perbudakan’ dimana seorang anak mendapatkan target kerja tinggi hingga malam tanpa uang lembur.
“Kami diberi target basis bang, target kami wajib terpenuhi,” ujar salah seorang anak tersebut. Ironisnya, menurut para pekerja, tidak ada pengecualian kepada anak-anak tersebut mereka dipekerjakan layaknya pria dewasa dan begitu juga beban pekerjaan lainya.
Bahkan dalam pemanenan kelapa sawit para anak ini diberi tugas memanen membersihkan pelepah sampai melansir Kelapa Sawit dan diberi target ancak hingga 10 pasar.
“Kalau gak siap hari ini, sampai malam lah bang, kami terpaksa lembur, kalau tidak siap juga dilanjutkan besok nya,” ujar remaja belia ini.
NusarayaExpose.Com, kemudian sempat mengabadikan moment-moment tersebut, para anak-anak yang seharusnya dapat mengenyam pendidikan yang layak tersebut terpaksa harus banting tulang bercucuran keringat, demi memenuhi laba dan keuntungan perusahaan PT Merbau Jaya Indah Raya.
Humas PT Merbau Jaya Indah Raya Suranto Labuhanbatu Utara ketika dihubungi untuk konfirmasi terkait persoalan itu hanya menjawab jika dirinya akan mencek persoalan itu, “Akan kami cek dulu kebagian HRD terkait hal diatas (pekerjaan anak dibawah umur-red),” ujar Suranto menjawab wartawan.
Setelah dijelaskan keberadaan pekerja anak dibawah umur tersebut merupakan hasil investigasi NusarayaExpose.Com, Suranto kembali menjawab, “akan kami klarifikasi dulu ke Kebun Pak,” ujar Humas yang pernah berkomentar jika perusahaanya sudah memberikan segalanya kepada masyarakat soal CSR tersebut.
Sekedar mengingat kembali, Bahwa masyarakat dilingkungan PKS PT Merbau Jaya Indah Raya, Pulo Jantan juga sempat mengeluhkan minimnya perhatian perusahaan kepada masyarakat lingkungan sekitar, meski pihak PT Merbau Jaya Indah Raya membantah hal tersebut.(riz)












