Pemred Nusaraya Expose Group Zulfan Ajhari Siregar “Kami Punya Kaitan Hubungan dengan Soleh Hudin Ritonga Kades Tebing Liggahara Di Media Masa ini ” Tapi Kami Tidak Tolerir Setiap Aksi Kekerasan “

Foto Arsad Munthe Yang diduga Dianiaya Kadus diKantor Kades Tebing Lingghara

Rantauprapat (Nusa Raya EXPOSE)

            Walaupun secara Pribadi Soleh Hudin Ritonga, Kepala Desa Tebing Linggaharea Lama Kecamatan Pangkatan. adalah orang yang terkait sebagai Pengurus Tabloid Nusa Raya ERXPOSE sekaligus sebagai Komisaris pada PT.Kaibolo Labuhanbatu Sahata, Badan Hukum Penerbitan Media Masa Group Nusa Raya EXPOSE, saya tegaskan saya, dan juga kami para personel lainnya, senada tidak akan mentolerir setiap aksi-aksi kekerasan dan penganiayaan. Kita dukung aparat Hukum untuk memproses masalah ini secara hukum. Kata Zulfan Ajhari Siregar pemimpin Redaksi tersebut, ketika dia dia dipertanyakan beberapa Orang Jurnalis. Seputar aksi kekerasan di Kantor Kades Tebing Linggahara

           Pertanyaan yang disampaikan beberapa Jurnalis kepada Zulfan, yang didampingi Muslim Manik Pimpinan Perusahaan Tabloid NRE itu. Berlangsung disuatu tempat di Rantauprapat. Hal itu berkaitan dengan terjadinya Penganiayaan terhadap seorang warga setempat Arsad Dalimunthe. Justru Penganiayaan itu, berlangsung di Kantor Kades dan dihadapan Kepala Desa tersebut.

Mengutip Pemberitaan dari berbagai laman yang ada, Arsad Dalimunthe menjelaskan kronologis kejadian bahwa pada hari Kamis 4/01/2024 sekira pukul 17 wib saya dianiaya oleh Kepala Dusun atau aparat Desa yang berinisial BH (50) Kepala Dusun Kampung salam, Desa Tebing Linggahara Kecamatan Bilah Barat di ruangan Kepala Desa.

          Arsad Dalimunthe menggambarkan, bahwasanya kehadirannya ingin mempertanyakan masalah Dana Desa Anggaran 2023. Kepada Kepala Desa, Soleh Hudin Ritonga dan Setelah ditanya  Kepala Desa Soleh Hudin Ritonga,

menanggapinya secara kurang tepat, sehingga penanya memperlihatkan  Kartu Pers, sebuah Penerbitan.  Kejadian penganiayaan yang menimpa Arsyad Dalimunte telah dilaporkan ke nomor : STTLP/6/1/2024/SPKT. Mapolres labuhanbatu dengan nomor surat tanda penerimaan laporan.

            Zulfan Ajhari Siregar, mengecam setiap aksi-aksi kekerasan, apalagi kekerasan kepada Wartawan. Yang pada akhir-akhir ini, indikasi tersebut sangat kental terlihat di  Rantauprapat, atau luasnya di Kabupaten Labuhanbatu. Kondisinya jauh lebih buruk dibandingkan dengan masa orde baru. Ini tidak boleh dibiarkan, kata Zulfan. Namun Zulfan juga menyesalkan, di Labuhanbatu saat ini. Banyak berkeliaran orang-orang yang menyebut dirinya Wartawan.   Namun sulit mempertanggung jawabkan dirinya dalam hal profesi yang dia sebut  sebagai Wartawan itu. Ini pun menjadi kendala, dan keresahan bagi kalangan Wartawan asli yang Beroperasi secara profesional. Ada dugaan juga kaitan tindakan kekerasan tersebut, berkaitan  dengan bermunculannya orang-orang yang mengaku sebagai Wartawan yang identitasnya tidak jelas. Namun pengambilan sikap dengan cara agresif, dan kekerasan oleh siapapun, utamanya pejabat, sangat tidak masuk akal. Sikap-sikap tersebut, justru sangat merugikan oknum pejabat itu sendiri, itu tindakan bodoh. Siapapun. yang saat ini bertugas memegang dan mengendlikan uang negara, jelas banyak terlihat sangat ketakutan, dampak dari konsekwensi penyimpangan-penyhimpangan dalam tugas-tugas dan jabatan yang berkaitan dengan uang negara itu,ditambah lagi peraktek uang pungli. Dalam kondisi seperti itu, orang selalu merasa cemas, dan menimbulkan ekses sebaliknya, main kasar yang semakin membuka penyakit yang ditutup-tutupi kata Zulfan.          

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *