Foto : Rektor UNIVA Labuhanbatu DR Basyarul Ulya Nasution SH MM.
LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Bursa pemilihan Rektor Universitas Alwashliyah (UNIVA) Labuhanbatu tampaknya mulai memanas. Menjelang pemilihan rektor Universitas Alwashliyah Labuhabatu, rektor UNIVA Labuhanbatu DR Basyarul Ulya diserang dengan narasi ‘Framing Negatif’ yang secara disengaja disebarluaskan melalui media online dan Media Sosial.
Serangan itu muncul menjelang Pemilihan Rektor UNIVA Labuhanbatu. Yang direncanakan bakal digelar sekitar bulan Oktober 2025 mendatang. DR Basyarul Ulya Nasution SH MM, Rektor UNIVA Labuhanbatu ketika dihubungi mengakui adanya serangan Framing Negatif tersebut.
“Ya, benar serangan Framing Negatif itu, tidak tahu tujuanya apa, tapi memang indikasinya terjadi menjelang pemilihan rektor yang berlangsung tahun ini, mungkin sengaja diciptakan untuk menjegal saya agar tidak terpilih dipriode selanjutnya,” Kata Basyarul Ulya Nasution, Selasa (03/06/2025).
Menurut DR Basyarul, Framing jahat itu adalah bentuk tindakan tidak terpuji oleh kelompok tertentu, guna menjatuhkan nama baiknya yang akan ikut kembali dalam pemilihan Rektor UNIVA.
Narasi ini, sengaja diciptakan dalam produk berita yang memuat fitnah seakan-akan dia membawa Mahasiswi ke kamar hotelnya dan sengaja dimuat melalui pemberitaan salah satu media online agar terkesan kejadian itu benar adanya. Konten berita fitnah itu kemudian sengaja disebar melalui media sosial agar terkesan berita itu sudah sesuai fakta.
“Saya sudah melayangkan surat protes dan somasi ke Media Online yang menerbitkan pemberitaan itu, karena pemuatan konten berita berisi fitnah yang menarasikan saya membawa tiga orang Mahasiswi ke dalam kamar hotel,” tegasnya.
Awalnya, dia mengaku kaget karena ada permintaan konfirmasi yang dilayangkan kepadanya, terkait narasi bahwa rektor muda ini sedang chek in dikamar hotel bersama tiga orang yang Mahasiswinya.
Dia lantas memeriksa ternyata sudah ada pemberitaan yang muncul di media online yang menyebutkan dia chek in bersama tiga orang Mahasiwinya. Kebetulan memang, kala itu dia tengah berada di Medan menginap di hotel Antares untuk menghadiri kegiatan acara di hotel JW Marriot Medan.
Sehingga, keberadaanya menginap di Hotel Antares Medan, yang dijadikan pembenaran narasi Framing seakan-akan dirinya telah chek in bersama tiga orang mahasiswinya. “Harusnya pemberitaan itu sesuai kaidah jurnalistik, hanya memuat fakta tidak memuat unsur fitnah dan pencanaran nama baik,” Ucapnya.
Dia menduga, ada unsur kepentingan kelompok tertentu, sehingga berita dengan narasi dan framing negatif itu sengaja diciptakan untuk kepentingan kelompok lain dalam pemilihan rektor yang sebentar lagi akan berlangsung.
Basyarul Ulya yakin, framing dan narasi negatif ini tidak akan berhenti menderanya. mulai dari diframing terkait ikut-ikutan dalam pengelolaan dana bantuan Kartu Indonesia Pintar, hingga diframing skandal chek in dengan Mahasiswi. Framing ini nantinya baru akan berhenti usai pemilihan rektor baru UNIVA yang berlangsung menjelang penghujung tahun 2025.
“Agendanya sudah jelas, pemilihan rektor UNIVA Labuhanbatu. Jadi saya berharap. Sudahlah, hentikan Framing jahat, narasi dan fitnahan itu, yang kita perlukan saat ini, sama-sama membangun Kampus UNIVA yang kita cintai ini, untuk membangun SDM-SDM unggul dari Labuhanbatu,” Tandasnya.(Riz)












