Foto : Komandan Distrik Militer 0209/LB Letnan Kolonel Kavaleri Hanung Kaptiaji S.Sos.,M.IP
LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Komando Distrik Militer (Kodim) 0209/LB menegaskan pihaknya mendukung secara penuh kegiatan penegakan hukum oleh Satuan Tugas Satgas Penertiban kawasan Hutan (Satgas PKH).
Hal itu disampaikan Dandim 0209/LB Letkol Kav Hanung Kaptiaji ketika diwawancarai terkait penindakan perusahaan bersamalah oleh PKH, Jumat (05/06/2026).
Menurut Hanung, berdasarkan informasi yang diterima pihaknya, terkait perusahaan bermasalah, data yang ada, terdapat tiga perusahaan yang melanggar aturan berada di Kabupaten Labuhanbatu Selatan.
“Saat ini informasi yang sudah kami terima adanya perusahaan di Labusel, seperti PT PLP dan dua perusahaan lainnya yang diduga menyalahi perizinan. Total ada tiga perusahaan,” ujarnya.
Dijelaskannya lebih lanjut, dukungan Kodim 0209/LB diimplementasikan dengan kegiatan di lapangan terkait perusahaan perkebunan yang diduga menyalahi perizinan di wilayah Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Utara dan Labuhanbatu Selatan.
“Kami mendukung kegiatan PKH di lapangan sekitar 20 orang personel untuk monitoring wilayah, mayoritas Babinsa dan Danramil,” ujar Hanung Kaptiaji.
Hanung menegaskan, bahwa status Kodim 0209/LH dalam pelaksanaan kegiatan tersebut berdasarkan surat perintah resmi dari Kodam maupun Markas Besar TNI Angkatan Darat (Mabes TNI AD) dalam rangka pengamanan dan dukungan terhadap tugas Satgas PKH.
“Status kami dalam penyitaan sifatnya hanya pengamanan. Semua mekanisme diatur oleh Satgas PKH,” sebutnya.
Dilanjutkan Hanung, sebelum adanya penindakan oleh PKH, Kodim 0209/LB akan menyarankan agar dilakukan langkah-langkah mediasi serta sosialisasi terlebih dahulu kepada masyarakat agar tidak terjadi konflik di kemudian hari.
“Kami juga siap membantu masyarakat apabila ada hal yang kurang jelas. Kami mencoba mengambil peran sebagai jembatan komunikasi antara warga dan Satgas PKH,” katanya.
Dia juga menegaskan bahwa, pihak Kodim melakukan pendekatan komunikasi, mediasi, dan sosialisasi dapat menjadi langkah awal guna menjaga situasi tetap kondusif, khususnya di tengah dinamika persoalan perizinan perusahaan dan masyarakat di wilayah Labuhanbatu Raya.
“Apabila dirasa ada hal yang tidak pas dilakukan anggota kami, tentunya kami siap memproses sesuai dengan kesalahan yang dibuat,” tegas Hanung.(Riz)












