LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Elemen Mahasiswa Labuhanbatu kembali melakukan aksi unjuk rasa dengan menggelar demonstrasi jilid-II, yang digelar di depab Kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, Senin (20/01/2025) siang.
Para mahasiswa menolak keras rencana pemugaran tugu pasar Aek Nabara yang dibiayai oleh dana Community Sosial Respobsibility (CSR) Bank Sumut Cabang Rantauprapat.
Penolakan itu disampaikan Mahasiwa yang tergabung di dalam Forum Silaturahmi Mahasiswa Labuhanbatu Raya (FSM-LBR) saat menggelar aksi demonstrasi di depan kantor Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu, yang disampaikan Maghrib Alsyabri dan Arya S Nasution.
Dalam orasinya, Maghrib Alsyabri Harahap, kembali mendesak agar Dinas Lingkungan Hidup membatalkan rencana pemugaran aset DLH berupa Tugu yang berada di Pasar Aek Nabara Kecamatan Bilah Hulu.
“Kami mendesak agar pemugaran tugu pasar Aek Nabara dibatalkan, karena menggunakan dana CSR Bank Sumut, bahwa penggunaan dana CSR harus bermanfaat,” katanya dalam aksi tersebut.
Dijelaskan pendemo, masih banyak Mahasiwa dan masyarakat yang memerlukan bantuan dari dana CSR bukan digunakan untuk perbaikan tugu yang mubazir.
Sementara itu, Arya S Nasution menyebutkan pada tahun 2024, Bank Sumut mengeluarkan dana CSR yang akan digunakan di awal tahun 2025.
Namun yang menjadi sorotan mereka, ditengah lesunya ekonomi masyarakat pemanfaatan dana CSR tersebut ternyata tidak tepat sasaran dimana dana tersebut akan digunakan membangun Tugu pasar Aek Nabara di Kecamatan Bilah Hulu yang merupakan aset dari Dinas Lingkungan Hidup Labuhanbatu.
“Ini namanya Mubazir, mengapa tidak dialihkan dananya untuk bantuan kepada pedagang, bantuan pendidikan, bantuan bedah rumah warga miskin dan masih banyak bantuan lagi yang bermanfaat dan menyentuh langsung kepada masyarakat,” kata aktivis FSM-LBR ini.
Maghrib menduga jika ada tujuan tertentu dalam digelontorkannya dana CSR Bank Sumut untuk rehab atau pemugaran tugu pasar Aek Nabara ini.
Sebab, tentunya, jika dana CSR nya diberikan langsung kepada masyarakat maka tidak akan ada pihak-pihak yang menerima keuntungan, “karena yang menerima masyarakat secara langsung,” Ujarnya.
Namun jika dana CSR tersebut dijadikan paket proyek pemugaran pastinya ada perusahaan ataupun rekanan yang diuntungkan, “kami curiga jika memang ada pesanan kepada Bank Sumut agar CSR nya dijadikan proyek, sebab, dalam beberapa tahun belakangan CSR Bank Sumut dijadikan proyek rehabilitasi yang tidak bermanfaat langsung kepada masyarakat,” kata mereka.
Aksi demonstrasi kali ini disambut oleh pihak Dinas Lingkungan Hidup yang diwakili oleh Ade Saragih.
Saat menyambut demontran, Ade menyebutkan jika sejumlah pejabat terkait, termasuk Kadis DLH Muhammad Safrin sedang melakukan dinas luar.
Ade Saragih berjanji akan meneruskan tuntutan mahasiwa kepada atasanya segera. Usai menyampaikan tuntutanya para Mahasiswa kemudian membubarkan diri.(riz)












