Rantauprapat (Nusa Raya Expose)
Terlepas dari Laporan atau Pengaduan Sekda Labuhanbatu dimasa Ir.Muhamamd Yusuf Siagian kepada KPK . Yang diduga surat itulah yang mengundang kehadiran KPK melakukan Penyelidikan dan Penyidikan ke Daerah ini. Berdasarkan informasi, yang diperoleh Media Masa ini. Ir.Muhamad Yusuf Siagian, menyetir beberapa nama yang berperan baik sebagai Pemain langsung, yang berkaitan dengan OPD Mereka. Dan siapa saja Pengumpul Dana yang diperuntukan kepada Bupati Labuhanbatu, Erick Adtrada Ritonga. Terlepas dari siapa saja, yang dilaporkan Ir.Muhammad Yusuf Siagian itu. Kondisi mencekam, kini terlihat dan Ketar – Ketir. Berdasarkan Pengamatan, Investigasi, dan Penelusuran Media Masa ini. Masih banyak nama-nama yang layak diduga berperan, dalam system yang dibangun Kelompok Erick guna Mengumpulkan uang. Baik melalui pola Penekanan Jabatan ASN, Sampai kepada profesi terendah dalam Pemerintahan ‘”Kepling dan Para Kepala Dusun “.masalah adanya dugaan pemerasan terhadap para Kepling. Yang banyak dipecati kalau tidak menyetor minimal Rp.5.Juta rupiah. Hal itu bukan lagi barang yang rahasia, terbuka direntang para Kepling yang dicopot. Memang infonya itu, memang bukan Gawenya Erick, gawe sosok lain. Sayangnya Erick tidak mencegah hal itu. Padahal masalahnya menimbulkan ekses yang meluas dilapangan, sangat aktraktif dan demonstratif. Terpantau ketika fase itu. Para Lurah-lurah dan Camat daerah ini, bagai tertekan dan gelisah. Saat itu seorang lurah menelepon Awak Media ini. Minta agar awak Media ini bersikap, karena salah seorang keluarga awak Media ini, salah satu Kepling dibilangan Rantauprapat juga akan dikorbankan Berhasil diselamatkan, toh juga pakai uang.
Pengakuan langsung, yang mungkin saja tidak sengaja. Pernah terlontar dari ucapan seseorang yang diketahui secara pasti, ikut terlibat dalam peraktek Makelar Jabatan itu, dalam konteks Kelas kecil dan menengah. Katanya Masalah uang , Bupati tidak membutuhkannya saat ini, dia butuh nanti kedapan. Diartikan dari ucapan itu kedepan yang dimaksudkannya itu, saat Bupati tersebut ikut dalam Kontestasi Pilkada 2024,dan diwaktu itu butuh uang besar. Dan yang ternyata terpaksa gagal dia ikuti disebabkan tertangkap OTT KPK.
Dari ungkapan itu, tersirat gambaran. Bahwasanya diduga berat, uang-uang yang digarap para Makelar, dalam jumlah besar masih berada ditangan orang-orang tertentu termasuk yang menggarapnya. Khabar juga pernah terbetik, dan tertangkap signal Media ini. Bahwasanya salah seorang Makelar Utama, yakni RR. Yang ikut terjaring OTT KPK, adalah pemain utama. Yang konon katanya sangat menyebalkan Erick, karena oknum ini sulit dikontrol. Dan terkesan Gumarapus. Bahkan terindikasi sebagai penggemar Judi, suatu karakter yang butuh selalu adanya uang.
Pola Kerja RR.Walaupun bersifat hanya sebagai pengendali, terlalu kentara dan mudah terdeteksi keluar. Sementara gurita pengumpul uang, bertebar disana sini. Namun yang menyangkut jabatan Kepala Sekolah, selama ini tidak terdengar dikaitkan kepada Kadis Pendidikan, maupun orang-orangnya Terkecuai secara Pribadi beberapa orang Kepala SMP, termasuk ada yang dalam link keluarga Erick. Disebut-sebut dipotensikan sebagai Gurita Pengumpul dana. Siapa-siapa saja ? para pemainnya, kita lihat dulu kalau tidak juga tersentuh hukum, kita cuatkan.******












