RANTAUPRAPAT, (NusarayaEkspos.Com) : Bengkel Agung Auto Service yang berdiri di Jalan SM. Raja Aek Tapa Rantauprapat, diduga menjalankan usaha jasa Service berat kenderaan tanpa mengantongi ijin operasional dari Pemerintah.
Meki diduga tidak memiliki ijin operasional, usaha jasa bengkel tersebut tetap bisa berjalan bertahun-tahun lamanya tanpa ada tindakan dari Pemerintah setempat.
“Jadi kami sudah melakukan cross chek ke berabagai pihak di Bengkel Agung Auto Service termasuk ke beberapa pekerja dan pemilik bengkel roda empat tersebut, yang ternyata bengkel ini tidak memiliki ijin operasional jasa service berat kenderaan,” kata Maghrib Alsabri Harahap, aktivis Forum Silaturahmi Mahasiswa Labuhanbatu Raya (FSMLBR) kepada media ini Jumat, (9/8/2024).
Disampaikan Aktivis ini bersama dua rekan lainya Arifin Munthe dan Arya, mereka sudah melakukan investigasi terhadap operasional Bengkel Agung Auto Service sejak lama. Dimana bengkel tersebut menjalankan lini usaha Penjualan Accesories dqn Sparepart Kenderaan Roda Empat, Cuci dan Salon Kenderaan, Service ringan dan Service berat kenderaan yang lokasinya diduga sengaja disembunyikan dibelakang doorsmer dan toko Agung Auto.
Dugaan para aktivis ini penyembunyian lokasi bengkel service berat kenderaan diduga agar jasa service berat tersebut luput dari laporan pajak mereka. “karena pajak jasa service berat itu kan mahal, jadi si pemilik usaha ini sengaja buat pembukuan usahanya terpisah dengan service ringan kenderaan,” kata Maghrib diamini dua rekanya.
Parahnya lagi dari hasil investigasi mereka bengkel yang menjalankan jasa service berat kenderaan roda empat Agung Auto Service ini memang diduga disengaja tidak didaftarkan perizinannya. Sebab, hal itu diduga yang menjadi alasan utama pemilik usaha dapat memanipulasi laporan pajak.
Lebih ironisnya pihak pengusaha bengkel juga mengakui tidak memiliki ijin penyimpanan limbah B3 dan ijin pengelolaan air bawah tanah yang digunakan untuk usaha doorsmeer kenderaan mereka.
Sementara itu Stepan Owner Agung Auto Service yang berulangkali coba dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp terkait tudingan Aktivis Mahasiswa ini belum memberikan tanggapan terkait persoalan itu. (FR/Red).












