LABUSEL – (NusarayaEsxpose.Com) : Tiga Pekan Sudah Banjir menggenangi Desa Tanjung Mulia Kabupaten Labuhanbatu Selatan, banjir yang menggenangi Desa tersebut, merupakan banjir terparah yang terjadi sejak Indonesia Merdeka.
Banjir di Desa Tanjung Mulia ini sedikitnya menyebabkan 13 Dusun terdampak bencana alam tersebut yang mengharuskan sekitar 4 ribuan warga harus mengungsi kewilayah tertinggi.
“Ini banjir terparah sepanjang masa Indonesia merdeka,” kata Tengku Ucok Ilyas warga Dusun Sei Solat Desa Tanjung Mulia yang ditemui Nusaraya Expose. (Senin 08/01/2024).
Saat ini kata dia, kondisi masyarakat terpaksa mengungsi kesejumlah wilayah teraman, akses lalu lintas, listrik dan jaringan seluler lumpuh akibat banjir tersebut, “kalau listrik, dan komunikasi sinyal seluler terputus, sudah tidak berkomunikasi lagi diwilayah itu,” katanya.

Sedangkan untuk genset masyarakat yang ada digunakan untuk mengisi daya ponsel sekedar sebagai penerangan seadanya saat malam tiba, “kalau HP di cas pakai genset Cuma untuk penerangan tidak bisa digunakan untuk komunikasi,” kata
Untuk berkomunikasi mereka terpaksa keluar desa yang sudah terdapat sinyal seluler.
Sebelumnya banjir yang menggenangi Desa Tanjung Mulia tersebut juga menelan korban seorang balita berusia 1,8 tahun bernama Kalisa, pada Selasa (02/01/2024) pekan lalu, korban yang sedang bermain di depan rumah panggung keluarganya tiba-tiba terperosok jatuh disaat pemukiman mereka terendam banjir, jenazah korban ditemukan sudah tidak bernyawa 30 menit kemudian dibawah rumah panggung mereka.
Banjir di Desa ini sendiri, disebabkan meluapnya Sungai Barumun akibat tingginya curah hujan. Selain itu tingginya gelombang pasang di muara Sungai Barumun menyebabkan air tidak kunjung surut.
Saat ini sejumlah 1500 kepala keluarga terpaksa mengungsi ke tempat-tempat penampungan serta rumah kerabat mereka.
“kami memohon perhatian serius kepada Pemerintah, mayoritas warga mengalami kerugian yang cukup parah,” katanya.(riz)












