Foto Kolase : Surat KONI Labuhanbatu terkait pemberitahuan cabor sepak bola tidak diberangkatkan pada Porprovsu tahun 2026 (Kiri), H.Abdul Karim Hasibuan, SH, MH Manager tim cabor sepak bola Labuhanbatu (Kanan).(Istimewa)
RANTAUPRAPAT,(NusarayaExpose.Com): Terbitnya surat Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Labuhanbatu Nomor 119/KONI_LB/IX/2026 tertanggal 30 September 2026 terkait penyampaian nama official dan pemain tim sepak bola mendapat tanggapan dari manajemen tim sepak bola Labuhanbatu.
Surat yang ditandatangani Ketua Umum KONI Labuhanbatu, H. Boster Sitio, tersebut menyampaikan alasan tidak diberangkatkannya cabang olahraga (cabor) sepak bola Labuhanbatu pada Pekan Olahraga Pelajar Provinsi Sumatera Utara (Porprovsu) 2026.
Dalam surat itu disebutkan bahwa pendaftaran cabor sepak bola telah ditutup oleh Panitia Besar Porprovsu. Selain itu, keputusan tersebut disebut diambil berdasarkan evaluasi objektif demi menjaga kualitas, kredibilitas, serta peluang prestasi maksimal kontingen Labuhanbatu.
Menanggapi hal tersebut, H. Abdul Karim Hasibuan, SH, MH selaku manager tim sepak bola, didampingi Plt Ketua PSSI Labuhanbatu Hadi Khairul Bento Sinaga dan Sekretaris Tim Fadli Hasibuan, kepada sejumlah wartawan, Senin (5/10/2026) di Rantauprapat, mengatakan pihaknya tidak ingin memberikan komentar mengenai alasan KONI Labuhanbatu tidak memberangkatkan cabor sepak bola.
”Kami tidak mengomentari apa pun yang menjadi alasan KONI Labuhanbatu tidak memberangkatkan cabang olahraga sepak bola mengikuti Porprovsu tahun 2026. Silakan kawan-kawan wartawan langsung konfirmasi kepada mereka,” ujar Karim.
Namun, Karim menegaskan bahwa proses persiapan tim hingga saat ini tetap berjalan secara mandiri. Tim disebut rutin menjalani Training Camp (TC) dan latihan di lapangan sepak bola PTPN IV Kebun Rantauprapat.
”Yang ingin kami tegaskan, semua proses sampai saat ini kami melakukan TC secara mandiri dan berlatih secara rutin di lapangan sepak bola PTPN IV Kebun Rantauprapat. Kami tidak pernah menerima dana satu rupiah pun dari KONI yang bersumber dari APBD Labuhanbatu,” tegasnya.
Menurut Karim, selama menjalani proses persiapan secara mandiri, pihak official telah mengeluarkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, para pemain juga harus mengorbankan waktu sekolah, kuliah maupun pekerjaan untuk mengikuti latihan.
”TC secara mandiri ini sudah banyak materi yang kami keluarkan. Para pemain juga harus meninggalkan pelajaran di sekolah maupun kampus. Pemain yang bekerja juga harus meninggalkan pekerjaan karena saat latihan mereka harus pulang lebih awal dari sekolah, kampus maupun tempat bekerja,” ungkapnya.
Karim menambahkan, sebagai bentuk pertanggungjawaban moral kepada pelatih dan pemain, pihaknya akan berkoordinasi dengan PSSI dan KONI Sumatera Utara untuk mencari solusi agar tim sepak bola Labuhanbatu tetap memiliki kesempatan mengikuti Porprovsu 2026.
Ia mengatakan, apabila nantinya diberikan ruang dan mendapat persetujuan KONI Sumut, pihaknya siap mendaftarkan dan memberangkatkan tim secara mandiri.
”Sebagai pertanggungjawaban moral kami sebagai official tim, setelah ini kami akan berkoordinasi dengan PSSI dan KONI Sumut. Apabila diberikan ruang, kami akan mendaftar dan berangkat secara mandiri,” katanya.
Menurutnya, pembiayaan keberangkatan tersebut akan diupayakan melalui patungan official dan orang tua pemain, donasi masyarakat pecinta sepak bola serta bantuan dari pihak lainnya.
”Kasihan pelatih dan para pemain kalau sampai tidak berangkat. Mereka sudah berlatih secara terus-menerus dengan penuh semangat, tetapi tidak diberangkatkan hanya karena hal yang menurut pandangan kami kurang tepat. Apalagi keikutsertaan pada Porprovsu bukan hanya sekadar soal raihan medali atau prestasi semata,” tegas Karim.
Sementara itu, Plt Ketua PSSI Labuhanbatu Hadi Khairul Bento Sinaga menyatakan dukungannya terhadap langkah manager dan official tim yang tetap berupaya memberangkatkan tim secara mandiri apabila nantinya mendapat persetujuan KONI Sumut.
”Secara pribadi saya mendukung penuh langkah yang diambil manager dan official lainnya untuk memilih tetap berangkat walaupun secara mandiri apabila nanti mendapat persetujuan KONI Sumut,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, keikutsertaan dalam Porprovsu bukan hanya menjadi ajang pertandingan, tetapi juga menjadi kesempatan bagi para pemain untuk menunjukkan kemampuan individu sekaligus membangun kekompakan sebagai sebuah tim.
”Ini merupakan kesempatan dan ruang bagi pemain untuk bisa menampilkan skill individu dan bermain secara tim dengan solid,” katanya.
Ia juga menilai keikutsertaan cabor sepak bola dalam Porprovsu penting untuk memastikan pembinaan atlet di Labuhanbatu berjalan secara berkesinambungan.
”Di samping itu, keikutsertaan cabor sepak bola juga untuk memastikan pembinaan berkesinambungan dapat terus berjalan,” ujarnya.
Hadi berharap sejumlah pemain sepak bola Labuhanbatu yang memiliki potensi dapat terpantau selama mengikuti kompetisi dan mendapat kesempatan memperkuat tim sepak bola Sumatera Utara pada ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) mendatang.(Riz)












