‎Personel DLH dan Yonif TP Diterjunkan, Gerakan Indonesia ASRI Berlanjut di Tugu Juang Lobusona



‎LABUHANBATU, (NusarayaExpose.Com): Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik dan Indah) di Kabupaten Labuhanbatu kembali bergerak. Kali ini, kawasan Tugu Juang Lobusona menjadi sasaran kegiatan kebersihan yang melibatkan lintas unsur pemerintahan, TNI, masyarakat hingga organisasi kepemudaan, Jumat (28/8/2026).

‎Kegiatan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut Surat Edaran Bupati Labuhanbatu Nomor 660/3207/DLH/Set/2026 tentang Pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI di Kabupaten Labuhanbatu.

‎Tak hanya mengandalkan personel Dinas Lingkungan Hidup (DLH), kegiatan Jumat Bersih itu menunjukkan adanya kolaborasi berbagai elemen. Sebanyak 35 personel DLH Kabupaten Labuhanbatu diterjunkan, ditambah 30 personel Yonif TP, 10 personel Kelurahan Lobusona, Babinsa Lobusona, masyarakat serta unsur Ormas/OKP.

‎Kepala Bidang Sampah DLH Kabupaten Labuhanbatu, Rais Hasibuan, mengatakan keberlanjutan Gerakan Indonesia ASRI tidak boleh berhenti sebatas kegiatan bersih-bersih pada hari tertentu.

‎Menurutnya, inti gerakan tersebut adalah membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat untuk menjaga lingkungan secara konsisten.

‎“Gerakan Indonesia ASRI bukan hanya tentang membersihkan lingkungan. Yang lebih penting adalah membangun kesadaran bersama dan menghidupkan kembali budaya gotong royong,” ujar Rais.

‎Rais menilai keterlibatan berbagai unsur dalam kegiatan di Tugu Juang Lobusona menjadi bagian penting dalam membangun kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

‎Menurutnya, persoalan sampah dan kebersihan tidak mungkin diselesaikan hanya oleh pemerintah melalui DLH. Peran masyarakat, dunia usaha, lembaga pendidikan, pemerintah kelurahan/desa hingga organisasi masyarakat juga diperlukan.

‎“Kalau semua bergerak, persoalan kebersihan akan lebih mudah ditangani. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” katanya.

‎Ia berharap kegiatan tersebut tidak hanya menghasilkan lingkungan yang lebih bersih, tetapi juga menjadi pemicu bagi masyarakat untuk menjaga kawasan publik setelah kegiatan selesai.



‎Sementara itu Kepala DLH Kabupaten Labuhanbatu, Syahbela Rusli Siregar, menegaskan bahwa Gerakan Indonesia ASRI harus dijalankan secara berkelanjutan.

‎Ia menyebut gerakan tersebut memiliki cakupan yang lebih luas daripada sekadar kerja bakti. Di dalamnya terdapat agenda pengurangan penggunaan plastik sekali pakai, pemilahan sampah organik dan anorganik, penanaman serta pemeliharaan tanaman, penataan ruang publik hingga edukasi kesadaran lingkungan.

‎“Gerakan Indonesia ASRI harus menjadi gerakan bersama. Kebersihan bukan hanya tanggung jawab Dinas Lingkungan Hidup, tetapi tanggung jawab seluruh elemen masyarakat,” tegas Syahbela.

‎Menurutnya, kawasan publik seperti Tugu Juang Lobusona harus mendapat perhatian bersama karena merupakan ruang yang digunakan dan dinikmati masyarakat.

‎Syahbela mengapresiasi keterlibatan personel Yonif TP, Kelurahan Lobusona, Babinsa, masyarakat serta Ormas/OKP yang ikut turun langsung dalam kegiatan tersebut.

‎“Yang kita bangun bukan hanya lingkungan yang bersih, tetapi juga kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap lingkungan,” ujarnya.

Gerakan Harus Menjadi Kebiasaan

‎Gerakan Indonesia ASRI di Kabupaten Labuhanbatu dilaksanakan berdasarkan Surat Edaran Bupati yang mengatur pelaksanaan kegiatan kebersihan secara rutin di lingkungan pemerintahan, swasta, fasilitas publik, sekolah, puskesmas hingga lingkungan masyarakat.

‎Untuk lingkungan kantor, kegiatan dilaksanakan setiap Selasa selama 30 menit sebelum aktivitas perkantoran. Sementara area publik dilaksanakan setiap Jumat, diawali dengan olahraga bersama hingga menjelang salat Jumat dengan tetap memperhatikan pelayanan publik.

‎DLH bersama perangkat daerah dan kecamatan juga memiliki tanggung jawab melakukan dokumentasi, pelaporan serta monitoring dan evaluasi terhadap pelaksanaan gerakan tersebut.

‎Karena itu, kegiatan di Tugu Juang Lobusona diharapkan bukan menjadi titik akhir, melainkan bagian dari rangkaian panjang membangun budaya hidup bersih di Labuhanbatu.

‎Sebab, ukuran keberhasilan Gerakan Indonesia ASRI pada akhirnya bukan seberapa sering kegiatan bersih-bersih dilakukan, tetapi seberapa kuat kebiasaan menjaga kebersihan tumbuh dan bertahan di tengah masyarakat.(Riz)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *