LABURA,(NusarayaExpose.Com): Proyek Jembatan di Dusun Sei Juragan Desa Sei Sentang, Kecamatan Kualuh Hilir, Kabupaten Labuhanbatu Utara, Sumut. diduga Mark Up.
Dugaan Mark Up harga itu menyusul terdapatnya 2 pembangunan jembatan yang sama dengan harga yang berbeda.
Dari informasi dan investigasi yang dilakukan tim NusarayaExpose.Com dilapangan, diketahui Pembangunan Jembatan di Desa Aek Tapa Marbau dan Jembatan Jalan Berangir Desa Sei Raja Kabupaten Labura masing-masing hanya menelan biaya Rp. 456.400.000 saja, sementara itu biaya untuk pembangunan jembatan yang berada di Dusun Sei Juragan Rp. 798.600.000.
Padahal pekerjaan antara ketiga jembatan tersebut memiliki volume pekerjaan yang hampir sama.
Hal ini menimbulkan tanda tanya besar. Sebab, perbedaan harga antara ketiga proyek jembatan tersebut cukup signifikan.
Sesuai data yang diperoleh NusarayaExpose.Com, bahwa memang jika mengacu standart harga Kabuoten antara Kecamatan Marbau, Kecamatan NA IX-X dan Kecamatan Kualuh Hilir memiliki disparitas harga.
Dimana pada Kecamatan Kualuh Hilir harga kebutuhan dan produk barang maupun jasa cenderung lebih mahal sekitar 50 persen. Dan hal itu tentunya berpengaruh kepada nilai Proyek pengadaan barang dan jasa.
“Jadi berdasarkan disparitas harga Kecamatan Kualuh Hilir barang dan jasa hanya naik sebesar 50 persen,” ujar Adnan warga sekitar.
Sehingga jika dikalkulasikan biaya pembangunan Jembatan di Desa Sei Raja dan Aek Tapa Rp. 456.400.000, ditambah disparitas harga barang dan jasa 50 persen yang terjadi di Kualuh Hilir seyogianya biaya pembangunan Jembatan di Sei Juragan hanya menelan biaya Rp.684.600.000.
Sedangkan anggaran Rp. 798.600.000 jika diukurangi Rp. 684.600.000 nilai wajar dari proyek tersebut, terdapat selisih Rp. 114.000.000 yang diduga merupakan Mark Up Nilai Proyek tersebut.(riz)












