RANTAUPRAPAT, (NusarayaExpose.Com) : Forum Koalisi Rakyat Untuk Transparansi (FKRUT) menduga adanya kebocoran realisasi pajak daerah Kabupaten Labuhanbatu Tahun 2023.
Hal itu sesuai hasil temuan investigasi FKRUT yang terdiri dari gabungan LSM Petras, LSM ASTRAN, dan Beberapa Mahasiswa Labuhanbatu Raya.Seperti data yang disampaikan aktivis FKRUT Arifin Munthe dan Maghrib Alsabri menyebutkan jika target capaian pajak daerah di Labuhanbatu tahun 2023 mencapai Rp. 114.780.000.000,- (seratus empat belas Milyar tujuh ratus juta rupiah), namun yang terealisasi adalah sebesar Rp. 72.172.000.000 (tujuh puluh dua milyar seratus tujuh puluh dua juta rupiah).
“Jadi ada kekurangan dari target realisasi sebesar Rp. 42.608.000.000, kita coba telisik persoalan ini, dari berbagai sektor yang ada, kesimpulanya diduga ada kebocoran,” kata para aktivis ini, Rabu (18/9/2024).
Menurut para aktivis ini mereka telah melakukan cross chek keberbagai wajib pajak daerah dengan menganalisis besaran pajak yang harus dibayarkan, hasilnya mereka melihat berbagai kejanggalan dalam penerimaan uang daerah.
Bahkan ironisnya kata mereka, Bapenda sendiri ketika dimintai data terkait nilai setoran yang diterima daerah Labuhanbatu dalam sektor pajak daerah terkesan risih dan mengelak yang ditengarai untuk menutupi nilai penerimaan daerah Kabupaten Labanbatu.
“Pada tahun 2023 pandemi Covid 2019 sudah reda, bisnis mulai menggeliat seperti sektor hiburan, hotel, galian C dan sejumlah sektor lainya, tapi kenyataanya saat pandemi covid target realisasi lebih besar ketimbang tahun 2023, ini kan tentunya menjadi tanda tanya besar,” imbuh mereka.
NusarayaExpose.Com, berupaya melakukan konfirmasi kepada Kepala Bapenda Labuhanbatu Andrea Nuzul Manik ketika dihubungi melalui nomor ponsel yang dimiliki oleh wartawan nomor tersebut tidak dapat dihubungi, begitu pula sms telah dilayangkan guna wawancara atas tudingan para aktivis ini.(Riz/Red)












