RANTAUPRAPAT (Nusaraya Expose.Com) : Hingga Kini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu, Sumatera Utara (Sumut) belum juga mengoperasikan Pasar Sioldengan, meski hampir 7 tahun selesai dikerjakan.
Sudah terlihat beberapa kerusakan terhadap bangunan yang sudah lama terbengkalai.
Padahal, sudah beberapa kali Bupati yang memimpin Labuhanbabatu berganti, pasar ini belum juga beroperasi. Tidak ada kebijakan pemerintah Labuhanbatu untuk merealisasikan pasar Sioldengan.
Keresahan ini pula, memnyebabkan Organisasi Mahasiswa Labuhanbatu melakukan aksi unjuk rasa ke Kejaksaan Negeri(Kejari) dan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara pada (21/12/2023) tahun lalu.
Mahasiswa meminta, korps Adhyaksa mengusut tuntas adanya indikasi dugaan kasus korupsi dalam proyek pembangunan pasar rakyat Sioldengan.
Pada aksi damai tersebut, Mahasiswa menyampaikan. “permasalahan ini harus kita kawal sampai tuntas agar pemerintah Labuhanbatu mengoperasikan pasar Sioldengan sehingga mampu memberi kesempatan bagi pelaku UMKM untuk meningkatkan pendapatan,” kata Elza Nazriansyah koordinator aksi, kala itu.
Elza juga mempertanyakan urgensi peraturan yang disebutkan sedang dibuat Pemkab sebagai payung hukum pembagian pasar Sioldengan yang cenderung lambat.
Karena menurutnya jika kepentingan sosial kemasyarakatan nya ternyata lebih dominan, maka pemerintah pun harus bisa bersikap bijaksana dengan mengedepankan kepentingan sosial kemasyarakatan.
“Terlepas dari segala permasalahannya, itu harus segera beroperasi. Karena memang dibutuhkan masyarakat dan meningkatkan perekonomian Daerah. Terutama daerah Rantau Selatan,” ucapnya.
Dari catatan media ini, pasar Sioldengan dibangun sejak September tahun 2017 itu, direncanakan akan mulai beroperasi pada awal tahun 2018. Namun setelah mengalami beberapa perubahan, rencana tersebut hingga kini tak kunjung direalisasikan.
Pembangunan pasar ini berada dilahan seluas 1,5 hektare dengan tiga tahap pembangunan, menghabiskan total biaya sebesar Rp 9,2 M, yang bersumber dari APBN 2017 dan APBD 2019.
Pembangunan pertama ialah fisik bangunan senilai Rp 5,7 M yang berasal dari APBN 2017. Dilakukan semasa pemerintahan Bupati Pangonal Harahap.
Kemudian dilanjutkan dengan pembangunan pagar senilai Rp 2,4 M dan parit senilai Rp 1 M. Dananya bersumber dari APBD 2019, pada masa Bupati Andi Suhaimi Dalimunthe.
Pembangunan Pasar Sioldengan ditujukan untuk mengakomodasi masyarakat di Kecamatan Rantau Selatan. Selama ini jika hendak ke pasar maka masyarakat Rantau Selatan harus menempuh jarak minimal 3 Km untuk sampai di Pasar Glugur di Rantau Utara.
Dengan kondisi lalu lintas yang ada saat ini, jarak tersebut minimal ditempuh dalam waktu 10 menit. Itu sebabnya secara Ekonomi keberadaan Pasar Sioldengan sebenarnya sangat baik.
Setelah beberapa bulan dilakukan aksi unjuk rasa oleh kalangan Mahasiswa sudah terlihat informasi pendaftaran bertebaran melalui brosur, spanduk atau sosial media untuk pelaku UMKM yang ada di sekitaran Pasar Sioldengan. tetapi hari ini masih juga belum jelas kapan beroperasi nya Pasar Rakyat Sioldengan.
Diduga pembukaan pendaftaran oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (DISPERINDAG) hanya sebagai upaya untuk meredam aksi demonstran Aktivis Mahasiswa Labuhanbatu.(Alam)












