Rantauprapat ( Nusaraya Expose.Com )m
Pekerjaan Rehap Total Jalan Aek Nabara-Ajamu, yang dilaksanakan pada bulan-bulan ini, berdasarkan kondisi di lapangan diduga dikerjakan dibawah standard mutu. Hal itu terlihat dari Jalan yang sudah diaspal ada bahagian-bahagian yang Bescosnya masih terlihat. Sebagaimana yang terlihat pada gambar berita ini.
Proyek tersebut, adalah proyek Multi Years Dana Talangan BUMN sebahagian dari Jumlah Dana yang ada, dari jumlah seluruhnya sebesar Rp.2,7 triliun, untuk Perbaikan Jalan Sumut. Untuk Jalan Jurusan Aek Nabara – Ajamu itu, dikerjakan oleh rekanan yang disebut-sebut sebagai Sub Kontraktor PT. SMJ, yang beralamat di Medan. Namun pihak perusahaan tersebut diduga melaksanakan pekerjaan dengan cara yang tidak semestinya, itu terlihat kasat mata. Tidak ketahui berapa besar anggaran pekerjaan proyek jalan jurusan Aek Nabara-Ajamu, sepanjang lebih kurang 7 KM itu.karena sejak dikerjakan, tidak terlihat adanya plang proyek di lapangan.
Dua ruas jalan yang dikerjakan, terletak di Kecamatan Pangkatan dan Bilah Hilir, masing-masing sekitar satu Kilo Meter, lainnya berada di Kecamatan Panai Hulu dan Kecamatan Panai Tengah Kabupaten Labuhanbatu Sumut. Sayangnya diperhitungkan, usia pakai jalan tersebut akan rendah, bila konstruksi itu, dilaksanakan tidak sebagaimana seharusnya.
Gejala yang terihat di lapangan, dalam beberapa hari terakhir di akhir bulan November 2023 ini, pihak Dinas Bina Marga Sumut UPT Rantauprapat, sepertinya melakukan Pengawasan extra ketat atas pekerjaan proyek itu, demi menjaga tidak rendahnya kwalitas bangunan itu. Pihak UPT Binamarga Rantauprapat tersebut, mengerahkan beberapa personel teknis turun ke lapangan.
Sepertinya pihak UPT Binamarga setempat, berusaha menghindarkan resiko yang bisa berdampak kepada Instansi PUPR itu, bilamana Pihak Kontraktor tidak mempertahankan Standard Pekerjaan sesuai Ketentuan Bestek yang ada.
Pihak Tabloid Nusaraya Expose, yang melakukan pantauan atas pelaksanaan pekerjaan itu, justru pernah memerogoki pihak Kontraktor melaksanakan Pengaspalan Pada Malam hari, diluar kehadiran Pengawas dalam hal ini pihak PUPR Rantauprapat.
Bahkan, pihak Tabloid Nusaraya Expose pernah mengingatkan pihak Kontraktor, bahwasanya melalui Kacamata awam, terlihat Bescos sebagai dasar pengaspalan jalan tersebut, belum bisa dikatakan siap diaspal, karena terlihat belum cukup padat.Hal itu paralel dengan penjelasan pihak Konsultan, menurut mereka. Sebenarnya kami sudah melarang jangan diaspal dulu, sebab Beskosnya belumlayak untuk diaspal. Tapi dari pihak Pemborong, justru Ngeyel. Resikonya mereka harus bongkar bahagian yang tidak bisa diterima. Berkaitan dengan ungkapan pihak Konsultan itu, mereka sudah membuat tanda les-les putih untuk bahagian-bahagian jalan, yang dianggap tidak layak dan harus dibongkar. Berdasarkan Pengamatan Media Masa ini, Mengutip berbagai Laman Pemberitaan, Perusahaan yang memenangkan Tender Jalan-jalan Jembatan Sumut berupa Proyek Multi Years Tahun 2022-2024 itu adalah PT.Waskita Karya, untuk Perbaikan atau Rehab Total Jalan Jurusan Aek Nabara- Ajamu yang sudah rusak parah. PT.Waskita Karya menurut informasi di lapangan Men Subkan pekerjaannya kepada PT.SMJ. Dengan cara dan kwalitas kerja seperti ini, nama PT.Waskita Karya, diprediksi akan ter imbas cacat. Kwalitas kerja dilapangan diduga tidak memenuhi standard mutu.
Menyangkut pengaspalan yang dilakukan kontraktor pada malam hari itu, Pengaspalan malam itu, dilakukan pihak kontraktor pada ruas jalan yang di kerjakan di Desa Senah Kecamatan Pangkatan Labuhanbatu.Mxenyikapi kondisi pekerjaan yang terbilang buruk ini, masyarakat Pantai Labuhanbatu mulai memperlihatkan reaksi mereka. Sebagaimana yang disebutkan Teguh, seorang pemuda yang tinggal di Negeri lama. Menurut dia, masyarakat Pantai sudah cukup lama menderita disebabkan kerusakan jalan tersebut. Pihak Kontraktor jangan anggap remeh. Hasil kerja mereka dipantai, dan akan bereek kepada Perusahaan. Apabila pihak Perusahaan melaksanakan pekerjaan, hanya ” Kejar Tayang ” dan asal-asalan, tanggapnya.**(Red).












