LABURA, (NusarayaExpose.Com): Buah mentah dan busuk diduga bisa masuk untuk diolah menjadi minyak CPO di Pabrik Kelapa Sawit PT Merbau Jaya Indah Raya.
Diduga bisa lolosnya buah mentah dan busuk di PT. Merbau Jaya diduga atas adanya bantuan orang dalam dengan cara melonggarkan proses sortase buah TBS oleh bebeapa pemasok asal Sei Berombang Kabupaten Labuhanbatu dan Tanjung Medan Kabupaten Labusel.
“Iya bang, ada beberapa Truk tertentu yang bisa masuk buah mentah dan busuknya dan ada kodenya inisial di kaca truknya pasti bisa masuk itu,” Ungkap sumber dilingkungan PKS PT Merbau Jaya Indah Raya, Desa Pulo Jantan.
Dijelaskan sumber bahwa masuknya buah mentah dan busuk tersebut nerupakan skandal besar yang bisa mengguncang PT Marbaujaya Indahraya Group ( PT MIG ), sebab PT Merbau Jaya merupakan salah satu perusahaan minyak kelapa sawit terkemuka di Labuhanbatu Utara, hanya karena adanya oknum sortasi di perusahaan tersebut bermain mata dengan pemasok buah sawit untuk memasukkan buah jelek ke dalam proses produksi.
“Jadi ada orang sortasi di PT Marbaujaya diduga menerima gratifikasi dari pemasok buah sawit ‘marbulut’ untuk menerima dan memasukkan buah jelek ke dalam proses produksi, padahal TBS yang seharusnya di reject ( ditolak ) atau dikenakan potongan tinggi, ini malah bebas bongkar seolah olah kualitasnya baik.” Kata sumber yang enggan disebut namanya kepada awak media ini Senin ( 27/10/2025 ).
Pastinya kata sumber tersebut praktek ini tidak hanya merugikan finansial perusahaan, tetapi juga merusak sistem tata kelola rantai pasokan TBS yang seharusnya menjunjung tinggi kualitas.
Seperti kata sumber, lolosnya buah restan tersebut juga terjadi pada tanggal 17 Oktober 2025, padahal beberapa hari sebelumnya asisten Manejer bernama Sugeng sempat memergoki hal tersebut dan memerintahkan agar TBS restan itu ditolak.
“Jadi sekitar tanggal 15 Oktober, pak Sugeng mendapati kejadian ini dan menolak 5 truk angkutan isi TBS restan untuk diterima,” ujar sumber lagi.Sementara itu Suko Wahono, Mandor Sortase PKS Merbau Jaya ketika dikonfirmasi terkait hal itu melalui pesan WhatsApp belum memberikan tanggapan.(Tim)












