LABUHANBATU,(NusarayaExpose.Com): Pelaksanaan proyek preservasi jalan nasional Sidomakmur-Sei Pegantungan senilai Rp. 15 Milyar yang dilaksanakan oleh PT. Ayu Septa Perdana gunakan air asin dan kotor untuk campuran semen pada item pekerjaan pemasangan tembok/dinding padas.
Penggunaan air asin dan kotor itu terekam kamera wartawan saat pekerja menyedot air parit yang berasal dari muara laut untuk ditampung di tank air milik kontraktor.
Penggunaan air kotor terlebih dengan kadar asin sangat dilarang dalam adukan beton/semen sesuai aturan rekayasa sipil karena berakibat pada berkurangnya mutu beton.
”Yang digunakan untuk campuran semen air Asin dan kotor berasal dari muara air laut,” tulis Yus Ritonga, Reporter NusarayaExpose.Com.

Kepergok, sejumlah pekerja PT. Ayu Septa Perdana langsung memberikan kode ke seesama pekerja lainya bahwa ada yang merekam pekerjaan mereka dan buru-buru menghentikan kegiatan.
Sementara itu, ketika wartawan mencoba melakukan wawancara kepada sejumlah pekerja terkait penggunaan air asin dan kotor tersebut, para pekerja dilokasi memilih bungkam.
Diketahui Proyek Preservasi Jalan Bernilai Rp 15 Miliar Jalan Sidomakmur – Sei Penggantungan, dengan nilai kontrak Rp.15 135.028.000(lima belas miliar seratus tiga puluh lima juta dua puluh delapan ribu rupiah).
Merupakan pekerjaan dibawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum, Dirjen Bina Marga, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Utara, Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah I Sumatera Utara dengan tanggal kontrak 12 Desember 2025, dengan sumber Tahun Anggaran APBN 2025-2026.(Yus/Riz)












